RAGAM

Warga Kakuluk Mesak Keluhkan Air Bersih

ATAMBUA, Kilastimor.com-Warga di wilayah Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu mengutarakan berbagai keluhan kepada anggota DPRD Belu. Salah satunya terkait kesulitan warga untuk memperoleh air bersih guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, pasca dilanda badai elnino beberapa waktu lalu.

Reses DPRD Belu

Reses DPRD Belu

Hal itu diutarakan Kepala Desa Fatuketi, Markus Taus dalam pertemuan reses Anggota DPRD Belu yang bertempat di Kantor Camat, Senin (29/8/2016).

Menurut Taus, saat ini kekeringan tengah melanda beberapa Desa dalam wilayah Kakuluk Mesak. Akibatnya dalam beberapa bulan terakhir warga sulit mendapatkan air bersih. “Kami minta perhatian serius dari Pemerintah untuk bantu warga yang kesusahan air bersih,” pinta dia.

Dikatakan, hal itu juga berdampak pada ketahanan pangan warga dimana mengalami gagal tanam dan panen. Sehingga apabila ada jatah raskin, bisa dibagikan kepada warga yang sementara ini lapar. “Kami usulkan, kalau ada raksin gratis dan sumur bor tolong diperjuangkan untuk warga Kakuluk Mesak,” ujar dia.

Hal senada diungkapkan Kades Kenebibi Maria Yovita Anuk bahwa, data kekeringan di wilayah Kenebibi telah diambil berulang kali para oleh petugas. Namun hingga dengan saat ini tidak ada realisasi tindak lanjut dari pengambilan data itu.

Sementara itu keluhan dari mantan Kades Leosama, Rofinus Mau Leto wilayahnya tidak saja dilanda kekeringan. Tapi juga terkait penerangan listrik yang hingga kini belum dinikmati warga di tiga dusun, kecuali satu dusun yang telah terang.

Baca Juga :   Danramil 1605-07/Wedomu Beri Bantuan Jamban dan Sembako Kepada Warga Umaklaran

Teodora Kadus Fukalaran Desa Fatuketi tambahkan, warga setempat memiliki potensi persawahan, namun karena dilanda kekeringan warga tidak bisa mengolah dan sulit peroleh air bersih untuk kebutuhan. Program Bupati katanya warga gali lubang tanam ubi ungu, tapi lubangnya sudah tertutup kembali. Katanya mau kasih raksin gratis tapi sampai sekarang tidak ada realisasi.

“Sumur di Dusun Fukalaran sudah kering. Kami terpaksa timba baku rampas di kolam ainiba atau sumur di belakang Kantor Camat. Kami terlalu susah dengan air bersih,” jelas dia.

Wakil Ketua DPRD Belu Benedictus Halle dalam tatap muka bersama warga mengatakan, ini merupakan curhatan bapak mama warga Kakuluk Mesak yang disampaikan ke kami. Sebagai wakil rakyat pilihan warga, aspirasi ini akan kami perjuangkan untuk kesejahteraan.

Banyak yang diusulkan warga, raskin gratis dan air bersih yang mendominasi dampak elnino beberapa waktu lalu. Persoalan raskin, kewenangan untuk ambil keputusan bukan ada pada Dewan, melainkan Pemerintah dan lakukan konsultasi setelah masa reses selesai.

“Kami datang untuk dengar aspirasi dari masyarakat. Kami tidak bisa ambil keputusan dalam reses, tapi akan perjuangkan dalam sidang paripurna nanti. Namun program itu tidak langsung disetujui, karena semuanya masih akan melalui tahapan yang ada.

Kami tetap berkewajiban untuk mengawal aspirasi warga yang sudah disampaikan,” tandas Halle.

Reses anggota DRPD Belu daerah pemilihan I, Kecamatan Kota Atambua, Atambua Selatan, Atambua Barat dan Kakuluk Mesak dihadiri 9 Anggota Dewan, Marten Nai Buti, Fransisco Soares Fraksi Partai Gerindra, Martina Kolo Hale Fraksi PKB, Esther Kabuar Fraksi Partai Demokrat, Donatus Lau Fraksi PAN, Yohanes Juang Fraksi PDIP serta Regina Loe dan Ida Ayu Tantri Fraksi gabungan. Pertemuan reses itu dihadiri juga Camat Kakuluk Mesak, sebanyak 50-an warga peserta dari Desa Fatuketi, Dualaus, Jenilu, Kenebibi beserta para Kades. (yan)

Baca Juga :   Pelayanan KB Diharapkan Tetap Dijalankan Ditengah COVID-19
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top