RAGAM

Warga Webriamata dan Lorotolus Adukan Dana Raskin dan Dana Pemberdayaan

BETUN, Kilastimor.com-Warga desa Webriamata dan Desa Lorotolus-Kecamatan Wewiku mengadukan persoalan raskin di DPRD Kabupaten Malaka. Pasalnya, warga kedua desa itu sudah menyetorkan dana pembelian raskin kepada tim raskin desa beberapa bulan lalu, namun beras yang dijanjikan belum juga tiba di desa.

Dody Tey Seran

Dody Tey Seran

Selain raskin, warga juga mengadukan soal pengelolaan dana anggur merah dan bantuan gerabah di desa Webriamata yang dinilai tidak tepat sasaran. Terhadap pengaduan itu DPRD Kabupaten Malaka akan turun ke desa dalam waktu dekat melakukan klarifikasi. Hal itu disampaikan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Malaka, Doddy Tei Seran kepada wartawan usai menerima pegaduan masyarakat desa Webriamata dan Lorotolus di Betun, Senin (22/8-2016).

Tadi pihaknya sudah mendapatkan pengaduan masyarakat dua desa itu terkait raskin karena menurut pengaduan masyarakat uangnya sudah disetorkan bulan Maret dan dijanjikan raskin itu akan turun dalam bulan april namun hingga kini beras itu belum juga diterima masyarakat padahal semua dana sudah disetorkan kepada tim raskin.

Atas pengaduan itu, pihaknya berkoordinasi langsung dengan Asisten Pemerintahan Umum Sekda Malaka dan bagian ekonomi ternyata setelah dilakukan pengecekan tim raskin di kedua desa itu belum mengambil rekomendasi untuk pengambilan raskin.

Dewan juga mendapatkan pengaduan masyarakat Desa Webriamata terkait bantuan anggur merah dan gerabah yang dinilai tidak tepat sasaran. Untuk bantuan anggur merah, ada tiga item yang diadukan diantaranya bantuan perumahan dan peternakan. Sesuai pengaduan itu, saat sosialisasi diikuti orang lain tetapi saat bantuan itu datang diterima orang lain yang tidak sesuai hasil sosialisasi itu.

Baca Juga :   TULUS Rapatkan Barisan Partai Koalisi dan Tim Kerja

Dibidang Gerabah, diduga kuat bantuan yang datang tidak sesuai sasaran. Dari 10 orang anggota kelompok yang seharusnya menerima bantuan itu tetapi hanya tiga anggota kelompok yang benar-benar menerima bantuan itu. Sementara tujuh orang lainnya sesuai pengaduan itu bukan orang atau anggota kelompok yang seharusnya menerima bantuan itu. Mereka yang menerima bantuan itu adalah orang yang sesungguhnya tidak memiliki pegalaman atau berusaha dibidang kerajinan gerabah dan tidak terdaftar sebagai anggota kelompok Gerabah.

Terhadap laporan masyarakat itu, tadi kita sudah berkoordinasi dengan pemerintah untuk turun bersama melakukan klarifikasi di lapangan dalam waktu dekat terkait pengaduan masyarakat dua desa itu. (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top