RAGAM

Air Bersih Masalah Serius di Kecamatan Laenmanen, Malaka

BETUN, Kilastimor.com-Camat Laenmanen bersama Ketua Tim Penggerak PKK gencar melakukan sosiaisasi lima program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Malaka, diberbagai desa yang tersebar di wilayah itu.
Hal itu dimaksudkan untuk memberikan pemahaman dan menyatukan persepsi dalam pelaksanaan roda pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan.

Blasius Berek Bau

Blasius Berek Bau

“Kita setting supaya semua desa bisa dikunjungi agar dalam implementasi program pembangunan bisa memiliki pandangan dan persepsi yang sama agar seluruh masyarakat ikut berpartisipasi mensukseskan pembangunan di wilayahnya masing-masing,” bilang Camat Laenmanen, Blasius Berek Bau kepada wartawan di Laenmanen, Minggu (18/9/2016).

Blasius mengatakan, dirinya sebagai camat baru di Laenmanen harus membuat terobosan dengan sistem jemput bola. Awal bertugas pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan seluruh unsur tripika, desa, kasek dan elemen masyarakat lainnya di Kecamatan. Tindaklanjutnya, kita mengunjungi setiap desa bertemu semua elemen masyarakat. Intinya, kita mensosialisasikan lima program prioritas Bupati dan wakil Bupati Malaka sesuai visi dan misi yang diemban. Dalam pertemuan itu kita juga langsung memonitoring persoalan penting yang dihadapi rakyat dan kebutuhan apa yang diperlukan masyarakt desa.

Dikatakan, untuk perencanaan ADD tahun 2017, akan diatur agar perencanaan kegiatan memenuhi kebutuhan masyarakat yang paling mendasar, seperti air bersih, listrik dan pupuk. Dibidang air bersih, akan dilakukan melalui program perpipaan kalau sumber airnya memungkinkan. “Alternatif lain kita bisa membuat sumur gali atau pengeboran air untuk pengadaan air bersih yang memadai,” timpalnya.

Baca Juga :   Pemkab Malaka Dukung Percepatan Investasi Garam Industri

Dikemukakan, dirinya sudah keliling beberapa desa, ternyata air bersih merupakan persoalan dan kebutuhan mendasar masyarakat yang harus mendapatkan penanganan serius.

Dibidang pertanian, pihaknya fokus memperhatikan masyarakat supaya memiliki kebun. Petugas akan keliling disetiap desa melakukan monitoring dan pemeriksaan kebun serta kebutuhan apa saja yang dibutuhkan petani. Salah satu persoalan yang sering dikeluhkan petani kita adalah kekurangan pupuk saat musim tanam. “Kita akan inventarisasi kebutuhan itu dan solusinya kita akan melakukan pengadaan memanfaatkan dana ADD atau mensinkronkan dengan program pemerintah Kabupaten terkait pengadaan pupuk.

Salah satu terobosan yang diambil di Laenmanen adalah melakukan penanaman pohon mahoni disepanjang jalan kecamatan, desa dan dusun. Kita jangan biasakan masyarakat menebang pohon untuk pagar indah. “Kita buat pagar indah dengan cara menanam pohon mahoni setiap empat meter lalu ditanami bunga pagar lalu ditanami lagi pohon yang sama. Kita harus lestraikan lingkungan dengan penanaman pohon termasuk membuat pagar hidup dan pagar indah melalui penanaman pohon mahoni,” ungkapnya.

Dalam hal kemasyarakatan, pihaknya sudah melakukan kesepakatan dengan semua unsur pemerintahan desa, kepala sekolah, gereja dan tokoh masyarakat Laenmanen terkait tradisi istiadat. Tradisi melayat orang mati selalu menggunakan busana adat kain tenunan. Kebiasaan itu kita akan berlakukan saat perayaan Paskah pada Hari Jumat Agung. Semua warga Kecamatan Laenmanen akan mengenakan busana adat tenun saat melayat akan diterapkan juga di gereja saat perayaan Jumat agung. Tradisi itu untuk pertama kali akan kita terapkan di seluruh gereja di Kecamatan laenmanen. (boni)

Baca Juga :   Ini Empat Desa Rawan Bencana di Belu. PMI Latih Relawan
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top