RAGAM

Badan Informasi Geospacial Petakan Batas Desa, Kecamatan dan Kabupaten di Malaka

BETUN, Kilastimor.com-Pemerintah segera melakukan penetapan dan penegasan batas desa di Kabupaten Malaka. Sesuai jadwal, petugas akan turun ke setiap kecamatan untuk menindaklanjuti rencana itu sesuai jadwal yang disepakati bersama.
Di lapangan nanti, akan dilakukan pemetaan batas administratif bersama semua stake holder, untuk membantu tim bekerja secara cepat guna.
Camat, kades dan tokoh masyarakat yang kompeten diharapkan bisa proaktif sehingga tugas pemetaan itu bisa tepat waktu.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Malaka, Silvester Leto, SH mengatakan hal itu kepada wartawan disela acara kegiatan sosialisasi Badan Informasi Geospacial Jakarta, di Betun belum lama ini.

Silvester Leto

Silvester Leto

Silvester mengatakan, kegiatan sosialisasi badan Informasi geospacial dimaksudkan supaya dilakukan penetapan dan penegasan batas desa di Kabupaten Malaka. Sesuai jadwal, petugas akan tindaklanjuti di setiap kecamatan sesuai jadwal yang disepakati bersama. Disana akan dilakukan pemetaan bersama semua stake holder untuk membantu tim bekerja secara cepat untuk menentukan batas wilayahnya.

“Camat, kades dan tokoh masyarakat yang kompeten diharapkan proaktif dan terlibat agar tugas pemetaan itu bisa tepat waktu. Kita harapkan dengan kehadiran tim ini bisa membantu pemerintah kedepan soal batas wilayah antar desa, camat dan Kabupaten,” tutur dia.

Kepada masyarakat, dimenyampaikan kalau pemerintah tidak bermaksud memutuskan hubungan genealogis dengan wilayah desa-kecamatan atau kabupaten lain, tetapi hanya untuk melihat garis wilayah batas administratif untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat di wilayah itu.

Baca Juga :   Catatan Boni Atolan Terkait Kunjungan DPRD Malaka ke Kabupaten Siak (1) Pemkab dan Masyarakat Bersama Susun RTRW

Eko Artanto, Tim Informasi Geospacial Jakarta secara terpisah kepada wartawan mengatakan kegiatan itu merupakan instruksi presiden yang harus diamankan. Pulau Timor menjadi daerah percontohan dalam program ini. “Kita sebarkan tim untuk melakukan pemetaan secara bersamaan di kabupaten/kota secara serentak dan diharapkan dapat selesai sesuai rencana,” bilang dia.

Eko mengatakan batas akhir kegiatan itu bulan Oktober. Tim akan keliling ke seluruh kecamatan untuk membagikan peta desa. Lalu kades dan timnya melakukan penarikan garis batas untuk dibahas sesuai jadwal. Kalau ada persoalan di desa, maka akan dicatat dan masalahnya akan diserahkan kepada Bupati. “Kita harapkan saat mengumpulkan data bisa mendapatkan data yang sebenarnya sehingga saat delinasi tidak bermasalah saat dikompilasi. Data itu kalau sudah fix akan dikembalikan ke Malaka, sebagai aset Kabupaten Malaka,” pungkasnya. (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top