EKONOMI

Camat Harus jadi Ujung Tombak Keberhasilan RPM

BETUN, Kilastimor.com-Camat memiliki tugas dan fungsi yang sangat strategis karena bisa menjadi fasilitator, dinamasitor dan motivator bagi keberhasilan kegiatan RPM di Kabupaten Malaka. Kewibawaan pemerintahan itu ada kalau rakyat berkelimpahan makanan. Kalau rakyat kekurangan makanan maka pemerintah tidak ada harganya. Coba lihat di belahan benua lain, rakyat sering tidak menghargai pemimpinnya gara-gara lapar dan kekurangan makanan.

Oleh karena itu camat sebagai ujung tombak pemerintah Kabupaten di wilayah kecamatan supaya rajin mengunjungi dan memantau kegiatan revolusi pertanian disetiap desa supaya rakyat kerja, kerja dan kerja. Datang dan lihatlah apa persoalan rakyat, lihat juga apa yang dibutuhkan rakyat untuk segera ditanggulangi melalui program kerja pemerintah. Hal itu disampaikan Bupati Malaka dalam pencanangan Kegiatan Revolusi Pertanian Malaka di Kletek, Rabu (31/8-2016).

Bupati kemudikan traktor.

Bupati kemudikan traktor.

Sebagai ujung tombak pemkab , Camat harus sering turun ke desa memantau langsung pelaksanaan kegiatan revolusi pertanian di masing-masing desa. Saya sudah datang ke Malaysia melihat anak-anak Malaka bekerja dengan rajin. Kita tetap mengupayakan mereka kembali ke Malaka untuk bekerja karena tanah kita sangat subur. Kalau ada yang mengatakan orang malaka itu orang malas itu tidak benar. Mereka orang rajin karena setiap hari mereka usaha sendiri untuk makan dan mengidupi diri dan keluarganya. Hanya mereka kerjanya tidak efisien dan efektif karena keterbatasan pengetahuan dan teknologi. Untuk itu tugas pemerintah adalah harus membantu rakyat mengatasi persoalan yang dihadapi dan membantu memenuhi kebutuhan rakyat.

Baca Juga :   DPRD Malaka 'Marah-Marah' Gara-Gara Terlambat Terima Gaji

Penugasannya, secara bertahap ajak para penyuluh untuk melihat daerah yang sudah berhasil untuk dicontoh. Saya minta kepada TAPD agar tidak main coret anggaran terkait kebutuhan itu. Para penyuluh harus diasah secara bertahap. Karena metode belajar kita adalah melihat, mendengar dan membaca . Itu metode belajar modern. Kalau kesana harus bersama DPRD supaya saat penganggaran mereka sudah mengetahui apa yang harus dilakukan.

“Saya minta kepada tim ahli, saat dikampus bapak mengajar di kampus termasuk orang hebat. Ini ujian sesungguhnya. Jaga baik martabat sebagai orang pintar. Jangan hanya omong sejarah seperti di kelas tetapi disini ujian sesungguhnya. Kita minta supaya semua yang terlibat harus ada pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas sehingga memudahkan evaluasi dan tidak terjadi saling tuding dan cari kambing hitam dikemudian hari,” sebutnya.

Pada kesempatan itu, dia memberi apresiasi kepada TNI dan Polri karena selama ini sudah memberikan perhatian yang besar bagi pertanian di Malaka. Mereka tidak hanya omong tetapi terjun langsung ke lapangan melihat persoalan yang dialami petani .

Revolusi pertanian operasionalnya, tanah rakyat yang berpotensi ditanami hasil pangan dan tanaman produktif. Oleh karena ketidak mampuan rakyat tidak bisa mengolah lahan miliknya maka pemerintah membantu mengolah, memberi bibit, pupuk dan membimbing supaya menghasilkan yang baik untuk mensejahterakan rakyat. (boni)

Baca Juga :   Ingin Perarakan Besar Malaka Aman dan Nyaman, Bupati Tinjau Gua Maria Lourdes Betun
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top