RAGAM

Dinkes Malaka Dorong Pengembangan Toga oleh Kelompok Masyarakat

BETUN, Kilastimor.com-Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka akan tetap mendorong setiap puskesmas dan kelompok masyarakat untuk melakukan pengembangan Tanaman Obat Keluarga (Toga) dengan memanfaatkan pekarangan yang ada.

P. Frida Fahik

P. Frida Fahik

Selain melakukan penanaman, pihaknya juga akan mengembangkan tehnologi pengolahannya sehingga hasilnya bisa dikonsumsi masyarakat saat sakit atau untuk menjaga kesehatannya supaya tetap sehat.

“Penetapan Kelompok Wilgas masuk dalam salah satu nominasi pemenang ditingkat nasional menunjukkan bahwa, sesungguhnya kita juga kaya akan potensi obat-obatan tradisional. Kalau dikelola dan dimanfaatkan secara baik bisa meningkatkan derajat kesehatan keluarga dan masyarakat,” kata Kadis Kesehatan Kabupaten Malaka, P. Frida Fahik kepada wartawan di Betun, Sabtu (10/9/2016).

Pihaknya memberikan apresiasi kepada Kelompok Toga Wilgas di Desa Motaulun yang sudah berupaya membawa nama Malaka ditingkat nasional melalui penanaman, pengolahan hingga pemanfaatan obat-obat tradisonal yang dikembangkan kelompok itu.

Kelompok Wilgas bisa menjadi inspirasi bagi seluruh puskesmas dan kelompok masyarakat mengembangkan dan membudidayakan tanaman obat keluarga dengan memanfaatkan lahan pekarangan keluarga.

Frida mengatakan, sebelum tim penilaian kemenkes RI melakukan verifikasi dan penilaian di lapangan, tim itu sudah diterima Bupati Malaka dan mendapatkan respons yang cukup positif. Tim yang ada sudah bertemu dengan bupati dan saat ini diverifikasi dilapangan sesuai data yang dikirimkan. Kelompok ini masuk nominasi tingkat nasional, karena selain bisa menanam, mengolahnya dan hasil pengolahannya dapat dikonsumsi masyarakat.

Baca Juga :   Enam Poin Hasil Rakerkesda Penting Diterapkan di Malaka

Harapannya, upaya yang sudah ditunjukkan kelompok Toga Wilgas di Desa Motaulun-Kecamatan Malaka Barat bisa menjadi contoh dan model pengembangan toga di Malaka. Menurutnya, dalam skop kecil masyarakat bisa mengadopsi kegiatan kelompok Wilgas dengan memanfaatkan pekarangan untuk mengembangkan dan membudidayakan tanaman obat keluarga, termasuk pengolahan dan pendistribusian kepada masyarakat untuk dikonsumsi. (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top