RAGAM

Kemensos Bantu 40 Anak yang Butuh Perlindunagn Khusus

KUPANG, Kilastimor.com-Kementerian Sosial (Kemensos) memberi bantuan kepada 40 Anak yang Membutuhkan Perlindungan Khusus (AMPK) di tingkat Kota/Kabupaten yang ada di NTT.

Bantuan yang diberikan ini berupa kebutuhan pokok yakni beras, telur, kacang hijau, susu, teh dan gula. Bantuan tersebut disalurkan Kemensos melalui Lembaga Rumah Perempuan Kupang, untuk dibagikan kepada anak-anak dengan kebutuhan khusus yang dilakukan di kantor lembaga Rumah Perempuan Kupang, Selasa (20/9).

Salah seorang anak ketika menerima bantuan dari Kemensos.

Salah seorang anak ketika menerima bantuan dari Kemensos.

Pantauan media ini, sebelum penyerahan bantaun tersebut, sebanyak 40 anak-anak yang terdiri dari Kota Kupang sebanyak 34 orang dan enam orang dari Kabupaten Kupang itu, diberikan materi penguatan kapasitas dari para narasumber yakni dari kepolisian yang dibawahkan oleh Kanit PPA Polda NTT, Rita Sulabessy, Ketua FKUB Kota Kupang Pdt. Rio Fanggidae, dan Kabid pelayanan Sosial Dinas Sosial Kota Kupang, Ernest Soleman Ludji, serta Diretris Lembaga Rumah Perempuan Kupang, Libby Ratuarat-Sinlaeloe.

Kanit PPA Polda NTT, Rita Sulabessy dalam materinya soal peran polisi dalam pencegahan dan penanganan anak membutuhkan perlindungan khusus mengatakan, peran seorang anak harus tidak saja menuntut akan haknya, namun kewajiban sebagai anak juga harus dipenuhi.

Sementara Ketua FKUB Kota Kupang, Pdt.Rio Fanggidae dalam materi soal jangan adanya perbedaan diantara sesama mengatakan, perkembangan sekarang ini di masyarakat sudah berbeda, yakni tidak ada lagi perbedaan diantara sesama dalam pergaulan kehidupan sehari baik dlingkungan tempat tinggal maupun dilingkungan sekolah. Karena dalam kehidupan sehari-hari pastinya setiap kali berada dengan orang lain baik orang yang beragama lain maupun orang dari suku lain.

Baca Juga :   Nama Diganti dalam SK Revisi Bupati Belu, Guru Honorer Kembali Mengadu ke DPRD

Kabid pelayanan sosial Dinas Sosial Kota Kupang, Ernest Soleman Ludji mengatakan, bicara soal hubungan antara orang tua dan anak tentunya sebagai anak jangan hanya menuntut haknya, tetapi juga harus memenuhi kewajiban sebagai seorang anak.

Sedangkan Diretris lembaga Rumah Perempuan Kupang,Libby Ratuarat-Sinlaeloe mengatakan, kegiatan ini yang dilakukan ini bukan baru, melainkan sudah dilaksanakan sejak tahun 2009 dengan didukung dari Kemensos. (ify)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top