EKONOMI

Lahan Sasaran RPM Seluas 11.900 Hektare

BETUN, Kilastimor.com-Lahan sasaran Program Revolusi Pertanian untuk pengembangan komoditi jagung, padi dan kacang hijau tahun 2016 seluas 11.900 hektare, dengan rincian jagung seluas 7.550 ha. Penyiapan dengan APBN melalui dana TP seluas 5.000 ha, APBD I seluas 900 ha, APBD II seluas 650 ha dan Revolusi Pertanian seluas 1.000 ha. Padi sawah seluas 3.450 ha yang didananai dari APBN seluas 2.200 Ha, APBD I seluas 50 Ha, APBD II seluas 450 Ha, Revolusi Pertanian seluas 750 HA. Sedangkan Kacang hijau seluas 900 Ha dianai dari APBD II Malaka seluas 150 Ha dan Revolusi Pertanian 750 Ha. Demikian disampaikan Kadis Pertanian Kabupaten Malaka, Yustinus Nahak kepada wartawan di Betun , Jumat (2/9/2016).

Yustinus Nahak

Yustinus Nahak

Nahak mengatakan Pengembangan tiga komoditi diatas, khususnya dari APBN, APBD I dan APBD II Malaka, sebagian telah dilaksanakan pada musim tanam Pertama (MT I), sedangkan untuk Revolusi Pertanian, seluas 15 ha ditanam pada MT sekarang di Harekakae yang merupakan anjuran tim pakar pertanian Undana, untuk mengawali penanaman simbolis RPM, sedangkan selebihnya akan ditanam pada musim tanam I bulan November atau Desember 2016 nanti.

Dikatakan, luas kabupaten Malaka 1.160,63 km2 atau 116.063 ha terdiri dari lahan kering seluas 62.389 ha atau 53,75%, lahan basah, 11.279 ha atau 9,72% sedangkan untuk kehutanan dan lainnya seluas 42.402 ha atau 36,53%. Bila dalam keadaan normal dan semua input memenuhi standar, maka luas lahan kering dimaksud minimal menghasilkan produktivitas jagung 4 ton per hektare. Dengan demikian setiap musim panen diprediksi akan diperoleh hasil jagung sebanyak 249.556 ton jagung. Sedangkan untuk padi dengan perhitungan produktivitas yang sama maka tiap musim panen akan diperoleh 45.116 ton padi. Apabila diterapkan teknologi yang tepat dari tim pakar rovolusi pertanian maka hasilnya akan lebih tinggi lagi.

Baca Juga :   Fary Francis Tinjau Jalan Poros Tengah Kabupaten Kupang

Menurut Nahak, untuk mendapatkan hasil seperti diatas maka Pemerintah Kabupaten Malaka telah menempuh beberapa upaya. Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah melakukan kerjasama dengan tim pakar pertanian dari Undana untuk mewujudkan Malaka yang sejahtera, melalui pembangunan pertanian. Tim tersebut diketuai oleh Dr.Herry Z.Kotta, ST; MT, telah melakukan berbagai survey dan penelitian,dan hal tersebut telah dituangkan dalam sebuah grand design yang sangat lengkap, dan buku ini memuat berbagai pedoman teknis untuk pelaksanaan Revolusi Pertanian di KabupatenMalaka.

Dikatakan, Revolusi Pertanian Malaka (RPM) merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Malaka, yang akan dilaksanakan untuk memenuhi kesejahteraan masyarakat Malaka dalam kurun waktu lima tahun mendatang, yaitu sejak tahun 2016 hingga 2021. Program ini merupakan gagasan cemerlang dari Bupati dan Wakil Bupati, dalam upaya meningkatkan pendapatan ditingkat petani pedesaan di seluruh kawasan kabupaten Malaka.

Program ini dipandang sangat tepat dilaksanakan karena 89% penduduk kabupaten Malaka bermata pencaharian di bidang pertanian. Ini menunjukan bahwa masyarakat kabupaten Malaka merupakan masyarakat agraris yang perlu mendapat perhatian serius untuk ditingkatkan menjadi masyarakat yang sejahtera dan berkelimpahan makanan. Disisi lain, program ini akan mensuplai berbagai teknologi pertanian yang akan diberikan oleh dinas teknis dan yang paling penting adalah ilmu dari Tim pakar pertanian UNDANA Kupang. Tim ini telah bekerja sejak bulan Maret 2016 dan telah menentukan 8 komoditi unggulan yang adaptif terhadap kondisi lokal kabupaten Malaka. Adapun kedelapan komoditi tersebut adalah jagung, padi, kacang hijau, hudi Benenani (pisang kapok), bawang merah, itik, kambing dan ikan bandeng. (boni)

Baca Juga :   Introducing Convenient is edubirdie legal essaysrescue Secrets
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top