HUKUM & KRIMINAL

Lemah Pengawasan, Marak Penyundupan di Perbatasan RI-RDTL

ATAMBUA, Kilastimor.com-Aktivitas penyelundupan barang secara illegal marak terjadi di perbatasan Kabupaten Belu, Indonesia-Timor Leste.
Seperti diketahui, 1 September lalu dua warga Belu asal Kecamatan Lamaknen tertangkap aparat keamanan Negara Timor Leste di sungai Malibaka (Perbatasan Belu-Distric Bobonaro) saat transaksi senapan angin secara illegal.

Selain itu informasi yang berhasil dihimpun, 21 September pekan lalu pihak aparat Bea dan Cukai Atambua berhasil mengamankan sekiranya 40 dos minuman asing (orange boom) dari oknum warga Silawan yang diselundupkan dari Negara Timor Leste ke Atambua-Indonesia.

Maraknya aksi penyelundupan illegal itu mendapat sorotan dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Belu.

Marten Naibuti

Marten Naibuti

Anggota DPRD Belu, Marten Naibuti yang dihubungi media, Senin (26/9/2016) di Atambua menuturkan, penyelundupan barang illegal baik dari Negara Indonesia ke Timor Leste maupun sebaliknya dikarenakan lemahnya pengawasan oleh aparat di wilayah perbatasan.

“Sebenarnya urusan aktivitas perdagangan dan lintas perbatasan itu bukan kewenangan kita tapi pusat. Masalah penyelundupan yang marak terjadi itu karena penanganan pertahanan dan keamanan yang lemah, sehingga terjadi penyelundupan illegal,” ujar dia.

Ketika disinggung soal maraknya penyelundupan karena dugaan ada ‘backing’ oknum aparat keamanan tertentu, jelas Martin dirinya kurang mengetahui istilah tersebut, namun aktivitas penyelundupan illegal tetap berlangsung di wilayah perbatasan.

“Saya kurang tahu soal backing. Tapi itu pembiaran karena mendapat sedikit pelicin sehingga penyelundupan illegal tetap terjadi,” ucap Wakil Ketua Komisi I DPRD Belu itu. (yan)

Baca Juga :   Minimalisir Luapan Banjir Benenain, Pemkab Malaka Pastikan Bangun Tanggul Darurat
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top