HUKUM & KRIMINAL

Penonjoban Empat Pejabat Eselon II Malaka karena Ada Temuan, Bukan Penyalahgunaan Wewenang

BETUN, Kilastimor.com-Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran dinilai tidak menyalahgunakan kewenangan dalam menonjobkan empat pejabat eselon yang bermasalah di lingkup Pemkab Malaka. Tindakan bupati sesuai prosedur, untuk menyelamatkan keuangan negara dan perbaikan kinerja SKPD sesuai rekomendasi lembaga pemeriksa. Kalau dibiarkan, Malaka bisa rusak dan rakyat yang rugi, karena uang yang sudah dialokasikan tidak dieksekusi.

Donatus Bere

Donatus Bere

Justru tindakan bupati itu sudah benar dan tepat untuk perbaikan kinerja dan pembinaan kepegawaian. Tindakan Bupati itu sesuai hasil pemeriksaan. Bupati hanya menindaklanjuti rekomendasi dari lembaga pemeriksa yang berkompeten. Hal itu disampaikan Sekda Malaka, Donatus Bere, kepada wartawan di Betun, Sabtu (3/9/2016)

Disebutkan, kalau pejabat eseon II yang dinonjobkan itu menggugat, tentunya dipersilahkan saja karena itu hak mereka. Tetapi apa yang dilakukan Pemkab Malaka, terkait penonjoban mereka sudah melalui berbagai pertimbangan matang dan dasarnya sesuai temuan dan rekomendasi Inspektorat Provinsi NTT dan Inspektorat Kabupaten Malaka untuk ditindaklanjuti pemerintah.

“Jadi Bupati Malaka menindaklanjuti hasil rekomendasi pemeriksaan itu apakah salah? Saya melihat apa yang dilakukan Bupati Malaka saat ini merupakan sebuah pembinaan bagi pejabat dan ASN, supaya hati-hati bekerja memanfaatkan uang dan jabatannya. Bupati Malaka masih punya hati, sehingga memberikan kesempatan kepada ASN atau mantan pejabat eselon memperbaiki diri. Kalau bupati tidak punya hati tentu urusannya lain, karena langsung diproses hukum mengingat hasil temuan lembaga pemeriksa sangat valid. Semua dokumen ada dan kalau Pak Bupati mau saja tinggal didorong ke ranah hukum untuk diproses hukum, karena sangat merugikan rakyat,” paparnya.

Baca Juga :   Kejari Soe Telusuri Keberadaan Kas Daerah TTS Senilai Rp 244 Miliar

Kemungkinan tuturnya, Bupati Malaka masih berpikir lain dalam hal pembinaan kepegawaian, sehingga masih memberikan kesempatan kepada mereka merubah diri.

“Kita contohkan saja kenapa Kaban Perbatasan harus dicopot. Itu karena pejabat itu memalsukan dokumen atas nama Penjabat Bupati Malaka yang kebetulan tahun 2015 dijabat oleh saya sendiri. Tanda tangan saya dipalsukan diatas dokumen negara berlambang garuda. Stempel juga dipalsu untuk minta bantuan dana di Kementerian. Semua dokumen yang dipalsukan itu saat ini ada sebagai barang bukti. Itu langsung kena di saya, sehingga saya bisa omong. Pada saat tanggal penandatanganan dokumen itu, saya tidak berada ditempat tetapi berada di Jakarta untuk urusan dinas. Lalu siapa yang tanda tangan dan stempel itu dokumen? Karena hal itu sangat merugikan saya dan pemerintah, maka sebagai penjabat bupati saya minta supaya dilakukan pemeriksaan. Sesuai hasil pemeriksaan inspektorat maka direkomendasikan supaya Bupati Malaka melakukan pencopotan terhadap pejabat yang bersangkutan,” terangnya.

Contoh lain, bilang dia, Kadis Pertanian dicopot karena kinerjanya buruk. Dana APBD yang seharusnya dieksekusi untuk rakyat tidak dilakukan, padahal sudah ditetapkan DPRD. Banyak program di dinas pertanian yang tidak dieksekusi tanpa alasan jelas, sehingga hal itu sangat merugikan masyarakat. Dalam pemeriksaan Inspektorat ditemukan 50 unit mesin perontok padi tidak dimanfaatkan petani, karena diduga pengadaannya tidak sesuai spesifikasi. Mesin yang sudah dipesan ternyata tidak bisa berfungsi dan tidak bisa dimanfaatkan, sehingga sangat merugikan petani.

Baca Juga :   OPD KB se-NTT Diminta Sungguh-sungguh Atasi Kemiskinan dan Gizi Buruk

“Itu contoh kecil yang saya sampaikan untuk diketahui karena dasar pencopotannya sesuai hasil pemeriksaan lembaga pemeriksa tahun 2015. Kebetulan saat itu saya yang menjabat sebagai Penjabat Bupati Malaka sehingga mengetahui persis kondisi riil yang dihadapi saat itu. Itu hanya gambaran kecil dari hasil pemeriksaan tahun 2015 dan masih banyak lagi hasil temuan terutama bagi pimpinan SKPD yang dicopot, karena dasarnya hasil temuan itu,” pungkasnya. (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top