RAGAM

Perempuan Malaka Merupakan Aset Pembangunan

BETUN, Kilastimor.com-Kaum perempuan Malaka selalu mendapatkan tempat terhormat dalam struktur sosial masyarakat Kabupaten Malaka. Dalam urusan gender kaum perempuan termasuk super gender.

Stefanus Bria Seran

Stefanus Bria Seran

Di Malaka, perkawinannya masuk Matriarchat, garis keturunannya mama, kleinnya perempuan. Laki-laki kawin masuk. Perempuan diidentikkan sebagai Pemilik rumah, pemilik kekayaan, penjaga rumah dan pusat keindahan. Dimana ada perempuan disana ada keindahan dan pusat orang berkumpul.

Dalam perkawinan di Malaka kalau omong adat di rumahnya perempuan baru sah , kalau omong di rumahnya laki-laki tidak sah. Dalam struktur adat Malaka ada yang namanya fukun mane (laki-laki ) dan fukun feto (perempuan). Dengan demikian kaum perempuan mendapatkan tempat istimewa bagi orang Malaka. “Makanya jangan main-main dengan perempuan. Perempuan Malaka bisa jadi aset pembangunan dan mempercepat akselerasi pembangunan di wilayah ini melalui bidang tugas yang diemban,” ungkap Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran mengapresiasi perananan kaum perempuan Malaka dalam kunker Ketua Tim Penggerak PKK Propinsi NTT, Lucia Adinda Leburaya di Betun, Kamis (15/9-2016).

Ketika dirinya mengangkat Ibu Wakil Ketua Tim Penggerak PKK menjadi staf ahli dalam struktur perangkat daerah, dirinya sering mendapatkan sms dan telepon dari masyarakat kenapa harus diberi jabatan staf ahli? dirinya kemudian menjawab, justru saya memberikan penghormatan dan penghargaan khusus kepada kaum perempuan karena sebutan bupati hanya ada tiga sebutan yakni Bupati, wakil Bupati dan staf ahli bupati. “Tidak ada sekda bupati atau Kepala Badan Perbatasan Bupati,” ujarnya.

Baca Juga :   Berkas SBS-DA Sesuai Rekomendasi KPU Provinsi NTT

Seperti Sekda Malaka urai dia, masuk dalam klen perempuan. Setelah meninggal akan diberi satu anak sebagai Matamusan, dikembalikan sebagai pengganti bapaknya. Jadi anak sebagai penerus bapaknya dalam struktur keluarga bapaknya tidak hilang.

Di Malaka tambahnya, ada kepala pemberdayaan perempuan dari unsur perempuan dan berbagai jabatan struktural baik di eselon II, III dan IV. Artinya, kita tidak mengabaikan perananan dan keberadaan kaum perempuan dalam struktur kepemimpinan di Malaka.

“Kita baru bekerja. Sampai 17 september 2016 mendatang baru 7 bulan kita bekerja pasca pelantikan Bupati dan wabub definitif . Dalam konteks itu, atmosfir membangun wilayah ini harus dijaga dan dipelihara. Dalam bekerja harus kita lakukan dengan baik, berkualitas dan bertanggung jawab agar niat meletakkan fondasi yang kokoh dan dinamis di Kabupaten Malaka benar terwujud dalam lima tahun kedepan,” tuturnya.(boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top