EKONOMI

Tingkatkan PAD, Pemda Malaka Kenakan Retribusi Parkir dan Pajak Hotel

BETUN, Kilastimor.com-Untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemerintah Daerah Kabupaten Malaka melalui dinas PPKAD membuat terobosan baru
Dua item kegiatan yang berpotensi mendapatkan sumber pendapatan daerah yakni pengenaan retribusi parkir dan perluasan pajak hotel pada pemilik kos yang memiliki jumlah kamar lebih dari sepuluh kamar. Rencana itu akan disosialisasikan dalam triwulan IV tahun ini, dan pemberlakuannya tahun depan.

Aloysius Werang

Aloysius Werang

Kadis PPKAD, Aloysius Werang kepada wartawan di Betun, Sabtu (17/9-2016) menyebutkan, Dinas PPKAD selaku perangkat daerah yang mengkoordinir pendapatan daerah, terus berusaha melihat dan menggali potensi pendapatan yang potensial dikembangkan.

Dalam evaluasi belum lama ini muncul wacana untuk mengembangkan pengenaan retribusi parkir. Kedepan akan diberlakukan tetapi sebelumnya akan dilakukan sosialisasi kepada masyarakat. Hal yang sama akan dilakukan bagi perluasan obyek pajak hotel, yaitu pengenaan pajak hotel kepada pemilik kos yang jumlah kamarnya diatas 10 kamar.

“Hal itu sesuai ketentuan UU 28/2009 dapat dibenarkan. Kita sudah mengidentifikasi dan akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat pemilik kos sehingga bisa dikenakan dalam triwulan IV. Ini bukan soal mau dan tidak, tetapi kita akan undang semua pemilik kos diatas 10 kamar untuk sosialisasi. Kita sudah punya data awal untuk mengundang pemiliki untuk disosialisasikan. Kita akan beri pemahaman tentang pentingnya partisipasi dan kontribusi masyarakat pemiliki kos untuk ikut membangun daerah ini dari sektor pajak,” tuturnya.

Baca Juga :   Tujuh Embung Dibangun di Kecamatan Io Kufeu

Dikatakan, wajib pajak akan melaporkan, menghitung dan membayar sendiri pajaknya. Prinsipnya berkeadilan. Diharapkan kedepan masyarakat perlu menumbuhkan kesadaran untuk membayar pajaknya. Kecuali pajak reklame, PBB baru dihitung pihaknya, berdasarkan data-data dasar kemudian wajib pajak membayar. “Ini satu revolusi dibidang perpajakan. Harapan kedepan harus ada kesadaran masyarakat untuk membayar pajak,” tambahnya.

Terkait retribusi parkir, rencana kedepan akan bekerjasama dengan Dinas Perhubungan. Pemerintah menyediakan fasilitas dan kita kenakan pada parkir di badan dan bahu jalan atau pada tempat yang ditentukan. Tahun ini targetnya sosialisasi dan diharapkan sudah berlaku tahun depan. “Kita akan atur secara baik karena ada aspek memiliki efek domino. Selain kita bisa memperoleh sumber pendapatan baru, juga ada ketertiban parkir juga dapat tertata sehingga bisa memberikan kenyamanan bagi berbagai pihak,” tutupnya. (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top