HUKUM & KRIMINAL

Transaksi Senapan di Garis Batas, Dua Warga Belu Ditangkap PNTL

BETUN, Kilastimor.com-Dua orang warga Makir, Kecamatan Lamaknen, Belu, Timor Baratn NTT, ditangkap aparat keamanan Polisi Nasional Timor Leste (RDTL) di Kali Malibaka yang berbatasan langsung dengan Timor Leste.

Komandan PNTL

Komandan PNTL

Kedua warga yang ditangkap masing-masing, Benyamin Bere asal Desa Makir dan Sisilia Koe asal Desa Mahuitas. Keduanya ditangkap PNTL di tapal batas dengan Maliana, Distric Bobonaro 1 September lalu, ketika sedang melakukan transaksi jual beli secara illegal.

Kepala Desa Makir, Editridus Baghi kepada media yang dihubungi, Rabu (7/9/2016) membenarkan hal itu.

Menurut Baghi, Benyamin Bere warga Makir berprofesi sebagai jasa ojek barang senjata angin sebanyak 30 pucuk milik Sisilia Koe warga Mahuitas. Keduanya ditangkap Sipol Timor Leste pada hari Kamis tanggal 1 September lalu pukul 14.00 Wita di Kali Malibaka tepatnya di pilar nomor 58.

“Benyamin Bere hanya ojek barang, Sisilia Koe yang punya barang itu. Mereka dua ditangkap empat orang PNTL di Kali Malibaka saat melakukan transaski secara illegal,” ujar dia.

Lanjut Baghi, kondisi kedua warga pasca ditangkap Sipol Timor Leste hingga dengan saat ini masih berada di wilayah Timor Leste dan belum dibebaskan. “Mereka dua belum bebas, masih proses hukum di Pemerintah Timor Leste karena membawa senapan angin sebanyak 30 pucuk,” sebut dia.

Terkait hal itu jelas Baghi, pihaknya telah mengambil langkah dengan menyampaikan laporkan tertulis atas penangkapan dua warga ke pihak Kapolsek Weluli, Danramil Weluli dan Camat Weluli. “Besok kami akan rapat di Kecamatan mengenai dua warga yang ditahan di Timor Leste,” pungkas dia. (yan)

Baca Juga :   Desa di Malaka Silahkan Cairkan Dana Desa Tahap II
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top