RAGAM

189 Praja IPDN akan Ditugaskan ke Perbatasan Belu-Timor Leste

ATAMBUA, Kilastimor.com-189 Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) akan bertugas pada Desa-desa perbatasan di Kabupaten Belu wilayah Negara Indonesia yang berbatasan langsung dengan Timor Leste.
Hal tersebut disampaikan Rektor IPDN, Ermaya Suradinata kepada awak media disela-sela pembukaan kegiatan pendampingan masyarakat perbatasan di Belu, Timor Barat, Selasa (11/10/2016) yang bertempat di Aula Betelalenok.

Ermaya

Ermaya Suradinata

Menurut Ermaya, ratusan Praja IPDN akan bertugas di perbatasan Belu-Timor Leste pada bulan Maret 2017 tahun depan. Nantinya mereka (Praja IPDN) akan bertugas selama satu bulan. “Sekarang ini saya turunkan tim dari lembaga pengabdian masyarakat IPDN. Kemudian akan turun lagi tim-tim khusus yang sifatnya tim aju sebelum Praja itu datang untuk tugas,” ujar dia.

Menurut Ermaya, Praja IPDN harus sudah memiliki pengalaman bagaimana bekerja dilapangan. Proses ini adalah relevan dengan program Nawacita Presiden Jokowidodo yaitu, khusus untuk IPDN, kita akan bangun wilayah-wilayah perbatasan di seluruh iIndonesia termasuk wilayah yang ada di Belu, sebagai wilayah perbatasan RI-RDTL.

“Sasarannya adalah wilayah perbatasan yakni untuk membangun wilayah Indonesia terdepan adalah serambinya Desa perbatasan di wilayah NKRI,” sebut mantan Gubernur Lemhannas itu.

Maksud ditugaskannya para Praja IPDN yakni, untuk pendampingan Kepala Desa dan masyarakat. Termasuk juga mereka harus membawa sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat di perbatasan, apakah pendidikannya, komputer juga termasuk penerangan lampu dan sebagainya.

Baca Juga :   Pasangan SBS-DA Resmi Mendaftar di KPU

Selain itu kata dia, mereka akan membuat profil atau manografi Desa dan bagaimama cara mengelola keuangan Desa. Semuanya itu dimasukan sebagai bahan mereka untuk memberikan dampingan bagi para kades, Badan Musyawarah Desa, sekretaris, bendahara dan perangkat desa termasuk masyarakat.

“Sekarang ini saya turunkan tim LPM IPDN kemudian Kepala Biro untuk belanja masalah sehingga tahu permasalahan-permasalahan yang tepat, yang harus kita berikan. Mereka akan bertugas selama sebulan untuk berikan kesejahteraan keamanan pelayanan terhadap masyarakat lebih baik. Program Bupati Belu juga harus jalan, sehingga kami bisa sama-sama tingkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan Belu dan Negara Timor Leste,” ucap Ermaya.

Bupati Belu, Willy Lay menyampaikan paresiasinya atas dikaryakannya 189 mahasiswa IPDN selama satu bulan di Kabupaten Belu.

“Kami tidak akan tempatkan di kota, tapi di Kecamatan dan desa untuk membantu, karena ini tenaga siap pakai. Mereka ini punya ilmu Pemerintahan dan ini bisa bantu terkait bagaimana penyerapan dana desa lebih cepat, dan program-program yang bermanfaat untuk masyarakat,” kata Lay. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top