RAGAM

Bupati Malaka: Harus Ada Perubahan Mindset dan Perbaharui Etos Kerja

BETUN, Kilastimor.com-Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran meminta supaya ada perubahan mindset dan memperbaharui etos kerja guna peningkatan pelayanan kepada daerah dan masyarakat. Kedepan juga harus menjaga siklus perencanaan dan pengelolaan keuangan sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, maka percayalah bahwa rentan waktu lima tahun sangat memungkinkan bagi kita untuk membuat perubahan yang besar bagi daerah dan masyarakat. Hal itu disampaikan Bria Seran dalam pidato pembukaan sidang III DPRD Kabupaten Malaka di Betun, Jumat ( 21/10/2016).

Stefanus Bria Seran

Stefanus Bria Seran

Dikatakan, sudah saatnya semua pihak harus melupakan mental santai, dan mengulur waktu yang sudah melekat erat dengan kebiasaan keseharian. Tunda pekerjaan, menghambat pekerjaan, tidak mendukung pekerjaan, tidak saling membantu pekerjaan di kantor sendiri dan di kantor lain, harus dirubah. “Kita harus bersama-sama merubah ini. Saya berharap kita semua memberi contoh untuk diri kita masing-masing. Kita harus merubah untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di daerah ini,” imbuhnya.

Tuntutan utama untuk memajukan daerah dan masyarakat yang dilayani adalah dengan merubah mindset dan memperbaharui ethos kerja kita. Riilnya adalah meningkatkan kinerja pelayanan kita kepada daerah dan masyarakat yang dilayani setiap hari.

Untuk memajukan daerah dan masyarakat Malaka, maka hal penting yang harus diperhatikan adalah harus memiliki semangat optimisme dan semangat juang yang terus berkobar dalam diri. Tidak ada yang tidak bisa di dunia ini, kalau ada semangat untuk mengatasinya. “Kita perlu memiliki rasa percaya diri yang tinggi bahwa kita bisa dan memang kita bisa. Kita harus mengubah prinsip-prinsip tersebut diatas supaya kabupaten Malaka menjadi lebih baik kedepan. Semangat juang tanpa mengenal lelah yang dibangun diatas optimisme diri yang tinggi akan melahirkan mental kuat untuk berjalan kedepan mengiringi Malaka menuju daerah yang lebih maju, mandiri dan sejahtera.

Baca Juga :   3.250 Personil TNI-Polri Siap Amankan Kunker Presiden di NTT

Kemampuan untuk merubah mindset, memperbaiki kinerja pelayanan dan membangun rasa optimisme diri yang tinggi dan mengobarkan semangat yang bernyala untuk membangun Malaka, harus tercermin pada perencanaan yang benar dan tepat, perencanaan yang berakar pada kebutuhan masyarakat dan perencanaan yang berdasarkan pada upaya-upaya untuk mengatasi persoalan yang dihadapi daerah dan masyarakat.

APBD 2017 ungkapnya, harus menjadi obor, api dan spirit bagi semua untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan bertekat menyelesaikan persoalan masyarakat dari waktu ke waktu.

Dalam pembahasan APBD 2017 yang akan datang, Pemkab akan dihadapkan pada persoalan yaitu para pejabat perangkat daerah yang ditetapkan berdasarkan Perda 19/2016 yang mengacu pada PP 18/2016 belum ada pejabatnya. Dan ada perubahan nomenklatur sehingga perlu ada pengertian dan pemahaman anggota DPRD Malaka terutama yang duduk di Banggar, agar didiskusikan bersama TAPD sehingga pejabat yang ditunjuk bupati untuk dan atas nama perangkat daerah yang baru itu dapat disetujui memberikan klarifikasi atau penjelasan terkait usulan prangakat daerah tersebut. Walau ada kendala tetapi tidak boleh ada stagnan dalam pembahasan karena akan dicarikan solusi terkait persoalan yang dihadapi. (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top