EKONOMI

Bupati Malaka: Investor Silahkan ke Malaka. Namun Harus Serius

BETUN, Kilastimor.com-Pemerintah Daerah Kabupaten Malaka siap menerima kehadiran investor yang mau berinvestasi di Malaka. Pemerintah siap dukung dan tidak akan mempersulit investor. Pemerintah akan memberikan kemudahan-kemudahan bagi investor menanamkan modalnya di Malaka, untuk kemajuan Kabupaten Malaka sebagai kawasan perbatasan negara.

Bupati dan Wakil Bupati Malaka hadiri rakor investasi.

Bupati dan Wakil Bupati Malaka hadiri rakor investasi.

“Kita buka kran investasi dan silahkan datang melihat. Pemerintah harus membantu Investor dengan kemudahan, merasa nyaman, membantu perizinan. Bila perlu tidak usah bayar. Khususnya dibidang perijinan hanya melalui satu pintu, tidak boleh ada banyak jendela dan laci,” bilang Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran saat membuka rapat koordinasi penanaman modal tingkat Provinsi yang diselenggarakan di Betun, Rabu (5/10/2016).

Bria Seran mengatakan, investasi itu berbicara tentang menghidupi banyak orang. Para investor tidak usah takut berinvestasi di Malaka karena tidak akan dipersulit. Kalau investor datang dengan niat yang baik, serius, dan persyaratannya lengkap maka pemerintah siap terima. Silahkan datang berinvestasi di Malaka. Tidak ada yang mempersulit di Malaka. “Kita akan dengan senang hati mau membantu agar investasi di Malaka bisa berjalan. Itu pesan Pak Jokowi saat mengundang semua kepala daerah dan beliau berpesan kepada seluruh kepala daerah untuk kerja, kerja dan kerja. Ciptakan suasana untuk berinvestasi. Tidak boleh ada aturan yang mempersulit. Kita kerja seperti jalan tol. Kalau ada batu yang ada di jalan tol maka harus disingkirkan supaya tidak jadi penghambat,” imbuhnya.

Baca Juga :   Terus Dievaluasi, Teko Tidak Otomatis Diperpanjang SK-nya Tahun Depan

“Kita harapkan ada upaya-upaya cerdas yang dilakukan didaerah lain untuk memudahkan para investor dapat diadop di Kabupaten Malaka. Sebagai hal sederhana saya sudah minta kepada seluruh SKPD sebelum pembentukan Badan Penanaman modal dan Perijinan terpadu,” bilangnya.

“Waktu awalnya ada yang menantang dengan alasan kalau ada pemeriksaan seperti apa. Kita di Malaka ada check list hanya dengan menunjukkan dokumen asli dan dibagian akhir ditandatangani petugas dan pengurusan izin. Alasan saya, kantor saja sudah susah bagaimana harus bisa kumpul photo copy di kantor. Alasan kedua, Pemerintah daerah kabupaten Malaka belum ada kerja sama dengan pabrik kertas dan mesin photo copy,” ungkapnya.

Masihy menurutnya, Pantai di Malaka panjangnya 81 km tanpa tebing. Kute itu kecil dibandingkan dengan Malaka. Pantainya bagus dan indah dari samudera Hindia, tetapi dari dulu hingga sekarang sama saja, karena tidak bisa dioptimalkan pemanfaatannya karena infrastruktur jalannya kurang mendukung.

“Makanya kalau para investor yang datang ke Malaka, biasanya saya tanya kapan mulai, kapan alatnya datang. Kita tidak mau ada kesan PT Akan, PT Nanti dan PT Lari. Kalau investor yang mau datang ke Malaka maka harus serius dan tidak main-main. Silahkan datang beri skedulnya supaya kita pantau progress report,” pungkasnya. (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top