RAGAM

Bupati Malaka Minta Sidang III DPRD Berjalan Sesuai Jadwal

BETUN, Kilastimor.com-Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran meminta kepada seluruh pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Malaka serta kalangan eksekutif untuk disiplin mentaati agenda sidang III, yang sudah ditetapkan Banmus. Kalau memang dapat selesai sesuai jadwal maka akan menjadi prestasi yang luar biasa dan catatan tersendiri di Kabupaten Malaka. Hal itu hanya bisa tercapai kalau kita memiliki kemauan dan disiplin untuk melaksanakan sidang sesuai agenda yang ditetapkan.

Stefanus Bria Seran

Stefanus Bria Seran

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran saat menyampaikan pidato dalam pembukaan sidang III DPRD Kabupaten Malaka di Betun, Jumat (21/10/2016) mengemukakan, pihaknya patut memberikan apresiasi karena Banmus dengan sangat disiplin dan cermat menetapkan agenda rapat dan berdasarkan draft yang ada sangat luar biasa. Kalau ini sampai terjadi, akan menjadi prestasi yang luar biasa karena per 8 Desember 2016 APBD murni tahun 2017 sudah ditetapkan. “Ini bisa tercapai kalau ada kemauan dan disiplin dari kita semuanya. Baik oleh DPRD dan eksekutif. Kami sudah meminta supaya agenda ini tidak boleh tertunda karena pihak eksekutif belum siap,” terangnya.

Dikemukakan, adanya jadwal tersebut, memang sedikit membuat eksekutif bekerja marathon sejak rapat dalam sidang I, II dan saat ini memasuki sidang III. Hal ini bukan sengaja untuk dibuktikan kepada rakyat, bahwa pihaknya sedang mendemonstrasikan kepiawaian pemerintah dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi, lebih dari itu untuk melaksanakan amanat ketentuan yang berlaku bahwa semua pihak harus melaksanakan agenda-agenda yang sudah disepakati bersama.

Baca Juga :   Hadapi Pilkada TTU, Agus Talan Terus Berupaya Bangun Koalisi Partai

Sidang III DPRD Kabupaten Malaka tahun anggaran 2016, bilang dia, pemerintah dan DPRD akan membahas tentang ranperda APBD tahun anggaran 2017 dan tiga ranperda yang diajukan pemerintah yaitu Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang alokasi dana cadangan untuk cicilan dana pemilukada tahun 2020, ranperda tentang RTRW Kabupaten Malaka dan Ranperda RPJPD Kabupaten Malaka tahun 2005-2025.

“Belajar dari pengalaman tahun berjalan dan tahun-tahun yang sudah lewat maka sudah selayaknya kita mencari strategi baru. Strategi untuk mempercepat pelaksanaan program dan kegiatan yang sudah ditetapkan dalam APBD yang ditetapkan dalam peraturan daerah sebagai motor penggeraknya,” paparnya

Jika penetapan APBD ditetapkan pada 8 Desember nanti, maka awal januari tahun 2017, tidak ada lagi alasan dan polemik dalam pelaksanaan anggaran. Dirinya tidak ingin mendengar alasa OPD tidak melaksanakan kegiatan, karena uangnya belum ada atau uangnya belum ditetapkan oleh DPRD dan Bupati dalam tahun anggaran berjalan.

“Kita harus berpikir bahwa jika ada kemauan untuk berubah, maka upaya untuk mengejar ketertinggalan daerah dapat terealisir. Dan sejak awal kita harus mengeksekusi semua program dan kegiatan prioritas yang direncanakan, sehingga siklus anggaran kita berjalan sesuai tahapannya dan sesuai ketentuan peraturan perundangan yang berlaku. Jika demikian upaya kita untuk mengejar predikat WTP hasil pemeriksaan BPK dapat kita capai,” timpalnya mengakhiri. (boni)

Baca Juga :   Bupati Malaka Teken dan Serahkan 17 SK BPD se-Kecamatan Rinhat
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top