RAGAM

Ditertibkan Petugas, Penjual Unggas Enggan Tinggalkan Pasar Baru Atambua

ATAMBUA, Kilastimor.com-Satgas Pasar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Belu dibantu Satpol PP Belu melakukan penertiban terhadap puluhan pedagang ayam potong di kompleks Pasar Baru Atambua, Senin (10/10/2016) sore.

Petugas Disperindak dan Pol PP Belu tertibkan pasar unggas di Atambua.

Petugas Disperindak dan Pol PP Belu tertibkan pasar unggas di Pasar Baru Atambua.

Puluhan pedagang unggas yang ditertibkan tersebut akan dipindahkan ke lokasi jualan yang baru yakni di Pasar Lolowa dan Pasar Fatubenao. Tidak saja pedagang ayam potong, petugas juga menertibkan sejumlah pedagang ayam kampung yang berada di dekat Pasar Baru.

Meski telah ditertibkan, puluhan pedagang tersebut enggan pindah jualan ayam potong dari Pasar Baru Atambua ke Pasar Lolowa dan Fatubenao. Jumlah keseluruhan pedagang ayam potong kurang lebih ada 30-an orang.

Kadis Perindag Belu, Florianus Nahaka mengemukakan, pengosongan pedagang baik ayam potong maupun ayam kampung di jantung Kota Atambua sebagai contoh pasar dimana yang mana pasar bebas dari hewan atau ternak hidup.

Penertiban tersebut juga dalam rangka penggalian instalasi PDAM yang akan melancar air.
“Semua dievakuasi ke tempat yang telah ditentukan yakni RPH pasar lama Fatubenao dan pasar Lolowa, selain itu bukan tangung jawab Disperindag,” ungkap Kadis Perindag Belu, Florianus Nahak.

Sementara itu, salah satu pedagang yang enggan dimediakan namanya mengemukakan, seluruh pedagang ayam potong bisa pindah julan ke Pasar Lolowa dan Fatubenao, asalkan sebagian pedagang sayur dan ikan juga dipindahkan. Apabila tidak ada yang ikut dipindahkan, maka pihaknya juga tidak akan pindah.

Baca Juga :   Tahun Ini, Masyarakat Desa Builaran dapat Bantuan Bawang Merah 10 Ha

“Kami tidak mau dipindahkan ke pasar Lolowa dan Fatubenao. Kami pedagang sudah swadaya dan sewa lahan kosong di sekitar kompleks pasar baru untuk jual ayamnya,” ujar sumber itu.

Pasar Lolowa dan Fatubenao menurut mereka terlalu jauh. “Kalau pedagang lain ikut baik, pasti ramai dan kami akan ikut. Tapi kalau hanya pedagang ayam saja, kami bisa mati karena pasar pasti sepi. Kami harap kalau bisa pedagang lain juga ikut ditertibkan,” kata dia. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top