RAGAM

Guteress: Untas Tidak Mungkin jadi Parpol di Timor Leste

JAKARTA, Kilastimor.com-Ketua Umum Uni Timor Aswain (Untas), Eurico Guteress menyebutkan, pasca jajak pendapat Timor-Timur 1999 silam, pejuang PPI maupun masyarakat Timor-Timur Pro Integrasi dengan Indonesia, tidak mengakui hasil jajak pendapat, yang penuh rekayasa dan kebohongan oelh PBB.
Untas yang kemudian didirikan, merupakan organisasi perjuangan dan pergerakan, yang beranggotakan masyarakat eks Timor-Timur, juga tetap tidak mengakui hasil jajak pendapat. Dan perbedaan itu akan terus terjadi sampai kapanpun. “kita tidak akan mengakui hasil jajak pendapat 17 tahun silam,” kata Eurico ketika dihubungi Minggu (16/10) lalu.

Eurico Guteress

Eurico Guteress

Untas katanya, akan terus memperjuangkan hak-hak warga eks Tim-Tim, kepada pemerintah Indonesia, termasuk Timor Leste, sebab warga eks Tim-Tim yang berada di Indonesia, juga memiliki Timor Timur yang kini menjadi negara Timor Leste.
Walau demikian, Untas dalam perjuangannya, akan mengedepankan jalur diplomasi, terutama melalui pemerintah Indonesia, agar rekonsiliasi menyeluruh sebagaimana disepakati dapat berjalan dan tercapai.

Ditanyai tentang Timor Leste yang akan melakukan Pemilu pada 2017 mendatang, Wakil Panglima PPI itu mengemukakan, setiap negara miliki proses politik. Demikian juga Timor Leste. Dia berharap, melalui pemilu lahir pemimpin Timor yang baik, memiliki pandangan politik luas, dan tentunya memenuhi apa saja yang menjadi kemauan masyarakat Timor yang telah merdeka. Lebih dari itu, jangan menciptakan permusuhunan dan tentunya harus berjiwa besar.

Baca Juga :   Bengkel APPeK Rayakan HUT ke-12

Untas bilangnya, hanya mendoakan agar pemilu berjalan baik. Jika ada yang meminta saran dan pendapat untuk membangun, Untas membuka diri. “Penting adanya diskusi untuk membangun, tidak saja di Timor Leste, namun juga warga eks Tim-Tim di Indonesia,” sebutnya.

Menyoal apakah Untas bakal menjadi partai politik (Parpol) di Indonesia dan Timor Leste, dia mengemukakan, arah perjuangan, visi dan misi telah menunjukan Untas sebagai Parpol. Jika regulasi di Indonesia memungkinkan, terutama adanya partai lokal di daerah, sebagaimana di Aceh, bukan tidak mungkin, Untas menjadi partai. “Visi dan misi serta pergerakan Untas sudah seperti parpol. Semua tergantung regulasi di Indonesia. Saat ini Untas independen dan non partai,” urainya.

Untuk menjadi partai di Timor Leste imbuhnya, merupakan sebuah hal yang tidak mungkin terjadi. Pasalnya, Untas menaungi warga eks Tim-Tim yang berada di Indonesia. Soal peluang, bisa saja ada, namun pastinya Timor Leste memiliki regulasi yang ketat seperti Indonesia. “Untas tidak mungkin jadi Parpol di Timor Leste. Sepanjang tidak ada regulasi UU yang memungkinkan, maka Untas tetap menjadi organisasi pergerakan sosial kemasyarakatan,” urainya.

Fokus Untas saat ini yakni, memperjuangkan hak dan kepentingan warga eks Tim-Tim di Indonesia. Perjuangan Untas yakni perjuangan budaya, hukum dan politik serta kesejahteraan anggotanya.
Dirinya selaku Ketua Umum bersama Sekretaris Untas, Florencio Mario Viera, Bendahara, Sudarmi Ningsi dan Ketua masing-masing, Basilio de Araujo, Fransisco Fernandes, Dominggo Policarpo, Joanico Sesaroi, Zakarias Moruk yang membawahi 45 Departemen, fokus memperjuangkan kepentingan masyarakat eks Tim-Tim di Indonesia. (fed)

Baca Juga :   Bupati Malaka Resmikan Rumah Pastori Gereja GMIT Maktihan: Tidak Ada Kata Mahal untuk Rakyat
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top