EKONOMI

Investor Siap Investasi Sengon 100-500 Hektar

BETUN, Kilastimor.com-Kalangan dunia usaha sangat antusias menginvestasikan modalnya untuk membangun dan menggali potensi-potensi di berbagai daerah di NTT. Pemerintah siap bekerjasama dengan mereka ingin menanamkan modalnya. Tentunya, ada kerja sama dan sinergitas antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat.

Paul Liyanto

Paul Liyanto

“Tadi dalam menyampaikan materi dan diskusi ditawarkan kepada pemerintah agar menyiapkan lahan seluas 100 hingga 500 hektar guna penanaman sengon sebagai bahan baku kertas dan tripleks. Kita sudah meminta teman-teman dari berbagai Kabupaten menyiapkan lahan itu untuk disewa atau dikerjakan bersama masyarakat guna merealisasi niat diatas. Kita harus buat terobosan baru walau dari hal-hal kecil sebagai wujud konkrit pertemuan rapat koordinasi kita di Kabupaten Malaka,” sebut Ketua Kadin NTT, Abraham Paul Liyanto kepada wartawan usai materi diskusi dengan thema Peluang dan Hambatan Investasi di Propinsi NTT dalam rapat koordinasi penanaman modal tingkat propinsi NTT yang diselenggarakan di Betun, Kamis (6/10/2016).

Pemerintah Kabupaten sebutnya, bisa merespon niat dunia usaha diatas dan bagi kabupaten yang sudah siap lahannya, maka investor segera melakukan investasi. “Kita minta setiap kabupaten menyiapkan tanahnya untuk disewa atau bekerja sama dengan pemilik lahan . “Kalau pemerintah siap itu, maka saya dan pak Hengky Liyanto akan mendatangkan pengusaha besar yang bisa merealisasikan niat itu. Kita butuh lahan 100 hingga 500 hektar untuk realisasikan hal itu. Kalau mau membangun NTT, kita jangan omong dengan teori dan slogan tetapi riilnya apa. Biar hanya satu dua kegiatan di tiap Kabupaten namun investasinya bisa jalan dan nyata,” tegasnya.

Baca Juga :   Bupati Malaka Tinjau Desa Centra Produksi Bawang Merah di Fafoe

Untuk saat ini Kadin dan kalangan dunia usaha, tambahnya, siap membangun kerja sama dengan pemerintah. Kerja sama dunia usaha dan pemerintah sebagai hubungan kemitraan, bukan antara majikan dan pembantu sehingga sama-sama memajukan ekonomi di daerah.

Salah satu kendala di NTT, selama ini penguasaha dan dunia usaha jalan sendiri-sendiri. Sering ada masalah namun tidak ada upaya untuk dicarikan solusi sehingga investasi selalu mengalami kesulitan dan kurang berkembang, padahal banyak sumber daya yang bisa digali. Lahan-lahan tidur bisa diolah dan dimanfaatkan. Jadi sekarang saatnya mindset, paradigma kerja sama harus dibangun dan disinergykan. Kalau pemerintahnya proaktif, maka semuanya akan berjalan baik. “Kita dari dunia usaha wellcome asalkan ada sinergitas dan kerja sama yang baik antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat,” tuntasnya. (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top