RAGAM

Mobil Rental Marak Beroperasi, Sopir Bus AKDP Malaka-Kupang Mogok

BETUN, Kilastimor.com-Puluhan bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dari Malaka – Kupang selama dua hari terakhir melakukan aksi mogok. Para sopir memarkirkan busnya masing-masing sejak pagi di lapangan umum Betun dan memilih tidak beroperasi sambil menunggu keputusan pemerintah, terkait beroperasinya mobil-mobil rental liar di Malaka-Kupang selama ini.

Sopir AKDP demo di Betun.

Sopir AKDP demo di Betun.

“Kita minta ketegasan pemerintah menertibkan mobil rental liar yang selama ini beroperasi dari Malaka-Kupang karena kehadiran mereka sangat mengganggu aktifitas dan pendapatan bus yang memiliki izin resmi. Kita akan menghadap Dinas Perhubungan dan DPRD Malaka mempertanyakan masalah itu,” kata Koordinator Sopir Bus Malaka, Blasius Fouk saat pelaksanaan aksi mogok jalan di Lapangan Umum Kota Betun, Senin (3/10/2016).

Blasius mengatakan, pihaknya terpaksa memilih mogok jalan ke Kupang guna menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah terkait persoalan yang dihadapi. Kita rencanakan akan mengadukan persoalan itu di Dinas Perhubungan dan DPRD Kabupaten Malaka.

“Kita mogok jalan karena maraknya angkutan rental plat hitam yang bebas beroperasi di Malaka secara ilegal tanpa izin dan aktifitas mereka sangat merugikan sopir bus AKDP jurusan Betun-Kupang,” ungkap.

Pihaknya meminta agar mobil plat hitam berhenti mengangkut penumpang. Penumpang bus saat ini turun sampai 80 persen dari biasanya. “Kita sudah tidak jalan dua hari ke Kupang. Kita akan ke dinas Perhubungan dan DPRD untuk selesaikan urusan itu,” terangnya.

Baca Juga :   2017, Pemprov Lanjutkan Pembangunan Jalan Jalur Selatan Timor

Sopir bus Armada, Damianus Seran asal Wewiku, meminta supaya dilakukan penertiban bagi bagi mobil rental yang tidak berzin. pihaknya keberatan karena mobil yang jalan rental bukan hanya dari orang Malaka, saja tetapi mobil plat hitam yang jalan saat ini banyak dari Kota Kupang. Jumlah mobil yang jalan sudah 60 mobil lebih.

Biasanya mobil rental itu kalau muat penumpang di Weoe-Wewiku dengan tarif sekali jalan ke Kupang Rp 70 ribu, sementara kami pengemudi bus biasanya menetapkan tarif Rp 100 ribu/penumpang. (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top