RAGAM

Pantau Pelaksanaan Proyek di Malaka, Setiap Sabtu Bupati Turba

BETUN, Kilastimor.com-Lima hari kerja sudah diberlakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Malaka. Walau demikian, Pemkab Malaka tetap memanfaatkan hari Sabtu (hari libur) untuk turun ke bawah (Turba) untuk melihat rakyat.

Bupati Malaka pantau pelaksanaan proyek.

Bupati Malaka pantau pelaksanaan proyek.

Kegiatan turba akan diatur dalam bentuk rekreasi bersama perangkat daerah terkait untuk melihat dari dekat pekerjaan infrastruktur jalan di desa-desa dan mengecek langsung dilapangan tentang kebutuhan rakyat akan infrastruktur jalan dan jembatan.

“Kita akan jadikan hari sabtu sebagai tradisi hari kunjungan ke rakyat untuk melihat proses pembangunan yang sementara berjalan juga untuk melihat apa persoalan rakyat serta kebutuhan rakyat yang harus segera ditangani. Tadi kita sempat bertemu Ina Nai di Tafatik Umalor dan beberapa tokoh masyarakat disana dan mereka sangat mendukung pembangunan infrastruktur jalan dan saluran yang sementara dijalankan di wilayah desa Umalor. Pemerintah melihat hal itu sebagai hal yang baik . Pemerintah tidak jalan sendiri tetapi didukung rakyat,” ujar Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran kepada wartawan disela acara dialog bersama Ina Nai Kaberan Rai, Ina Nai Mako di Tafatik Umalor-Kecamatan Malaka Barat-Kabupaten Malaka, Sabtu (8/10/2016).

“Hari Sabtu kerja kantor khan libur. Tetapi saya bersama kepala SKPD terkait melakukan rekreasi yang berguna untuk rakyat. Kita akan keliling desa –desa untuk melihat pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan serta mengecek usulan-usulan rakyat tentang pembangunan jalan. Jadi setiap hari sabtu sudah kita jadikan tradisi untuk jalan keliling di rakyat sambil melihat kondisi riil di lapangan. Tadi kita keliling melihat kondisi jalan raya yang dibangun sambil berdiskusi dengan rakyat terkait kebutuhan warga di lapangan agar dalam penyusunan APBD bisa kita anggarkan,” tambahnya.

Baca Juga :   17 Agustus, GIGI Konser di Atambua

Dari hasil kunjungan tadi, terlihat cukup bagus pekerjaan jalan di Umalor hingga gereja Besikama . “Tadi saya sempat bertemu Ina Nai Umalor, Ina Mako di tafatik Umalor dan mereka sangat mendukung pekerjaan yang dikerjakan pemerintah. Ina Nai tadi minta kepada Bupati supaya beringin yang menjadi penghalang jalan supaya ditebang agar tidak menjadi penghambat pembangunan jalan dan saluran pembuangan air. Tadi saya juga minta kepada Ina Nai supaya buat sirih pinang sehingga dalam penebangan itu tidak bermasalah dan sudah disanggupi ritual adatnya,” katanya.

Dia meminta agar ruas jalan yang bisa diluruskan maka harus kita luruskan. Jangan jalan yang bisa diluruskan malah dibuat bengkok kesana kemari. Dalam kunjungan tadi rakyat senang sekali dan mereka secara prinsip sangat mendukung pemerintah untuk membangun jalan guna memperlancar akses transportasi barang dan manusia. Khususnya di Umalor, rakyat disana mau relakan pohon didepan rumahnya ditebang guna perluasan jalan dan pembangunan saluran air. Pemerintah sangat mengapresiasi sikap rakyat seperti itu karena sangat mendukung program pemerintah. Saya tadi berpesan kepada rakyat umalor terutama yang tinggal dipinggiran jalan besar supaya mendukung program pelurusan jalan dan saluran air diwilayah itu supaya tidak bengkok kemana-mana. Mereka sudah menyanggupi itu dan mereka siap mendukung pembangunan yang dicanangkan pemerintah. (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top