RAGAM

Pendamping Anggur Merah Desa Renrua Diduga Manfaatkan Dana untuk Cakades. Uduk: Info itu Tidak Benar

ATAMBUA, Kilastimor.com-Pendamping Kelompok Masyarakat (PKM) Program Anggur Merah, pada Desa Renrua, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Kristina Uduk, diduga menyalahgunakan wewenangnya untuk kepentingan dirinya sebagai Calon Kepala Desa tersebut.

Anggur Merah

Anggur Merah

Informasi yang berhasil diperoleh media dari masyarakat desa setempat yang enggan namanya dimediakan belum lama ini menyebutkan, modusnya, para pendukung dengan cepat direalisasikan bantuan, sedangkan yang bukan pendukung tidak dicairkan bantuan dana pemberdayaan.

“Sejumlah masyarakat yang telah mendaftar sejak Juli 2016 lalu untuk mendapatkan dana anggur merah tidak realisasikan. Sementara masyarakat yang baru mendaftar dan diketahui merupakan pendukung dirinya langsung dicairkan dana bantuan tersebut,” ujar sumber itu.

Tidak saja itu, dia Kristina Uduk juga menjanjikan apabila dia terpilih sebagai Kades maka para pendukungnya tidak usah kembalikan uangnya, sementara yang tidak memilih dia harus kembalikan uang tersebut.

Masyarakat juga pertanyakan dirinya yang telah ditetapkan sebagai Calon Kades sejak awal bulan Agustus lalu, tapi masih tetap mengelola atau mengurus dana anggur merah di Desa Renrua. Padahal, seharusnya mengundurkan diri atau cuti.

Terkait tudingan itu, Pendamping Program Anggur Merah, Kristina Uduk yang juga Cakades Renrua ketika dikonfirmasi media ini, Minggu (9/10/2016) malam membantah informasi itu. “Informasi yang disampaikan masyarakat tentang saya tidaklah benar,” katanya.

Jelas dia, dana itu ditransfer Pemprov NTT melalui Bank NTT dan langsung masuk ke rekening desa. Setelah itu, para pengurus membuka rekening koperasi, selanjutnya dicairkan Rp 250 juta untuk 10 kelompok masyarakat, dengan total anggota 100 orang.

Baca Juga :   Bapenda Kota Kupang Harus Hadirkan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Secara Online

“Dari 100 orang anggota itu, jatuh tempo pengembaliannya pada 27 Oktober nanti. Uang yang mereka cicil tersebut, lalu akan kami gulirkan lagi untuk 30 anggota baru,” terang dia.

Dituturkan, masyarakat yang telah mendaftar dari bulan Juli, Agustus dan September masih dipending, dan kami catat sebagai anggota baru. Kami tunggu apabila 100 orang anggota itu sudah lakukan pelunasan, barulah akan kami gulirkan lagi ke anggota kelompok yang baru,” tuturnya.

“Ini uang negara, jadi kita berikan sesuai aturan. Ini tidak ada hubungan dengan pendukung saya dalam Pilkades Renrua seperti informasi yang diungkapkan oleh masyarakat,” tegas Uduk. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top