RAGAM

Perarakan Patung Bunda Maria dapat Sambutan Hangat Umat Malaka

BETUN, Kilastimor.com-Perarakan besar Patung Bunda Maria dan Salib Tuhan Yesus mengelilingi 17 Paroki di Dekenat Malaka mendapatkan sambutan hangat umat paroki yang dikunjungi. Umat menyambut dengan doa yang khusuk, tarian adat, likurai serta mengenakan busana adat Malaka saat pelaksanaan prosesi dan berbagai kegiatan doa selama arca bertahkta.

Petrus Bria Seran

Petrus Bria Seran

Sampai hari ini kegiatan perarakan Patung bunda Maria dan Salib Tuhan Yesus sudah singgah di sepuluh Paroki diantaranya Paroki Betun, Bolan, Kamanasa, Kobalima, Alas, Seon, Nurobo, Kotafoun. Hari ini berada di Bikane dan sebentar malam berada di Paroki Kaputu. Direncanakan 25 Oktober nanti, Patung Bunda Maria dan Salib Tuhan Yesus diarak dari Paroki Kleseleon masuk kembali di Dekenat Malaka di Betun. Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pastoral Dekenat Malaka, Petrus Bria Seran kepada wartawan disela acara sidang II DPRD Kabupaten Malaka di Betun, Selasa (4/10/2016).

Kehadiran Patung Bunda Maria di berbagai Paroki mendapat sambutan hangat umat paroki. Suasana penerimaan di setiap paroki sangat religius dan sakral. Patung Bunda Maria dan Salib Yesus diterima dengan tarian dan busana adat baik pastor paroki, Pengurus DPP dan seluruh umat sebagai tradisi dua tahunan di Malaka. “Tradisi yang kita kembangkan menggunakan selendang Malaka. Semua umat yang hadir mengenakan busana adat dan pada lehernya mengenakan selendang khas Malaka. Tradisi adat istiadat Malaka dan busana adat daerah Malaka mewarnai setiap acara prosesi dan liturgi selama perarakan di paroki-paroki,” tuturnya.

Baca Juga :   Vaksinasi Bagi Lansia Dimulai, Wawali Kupang Lakukan Pemantauan

Pihaknya terus menjaga kesakralan selama perarakan besar Malaka yang mengelilingi berbagai paroki. Dalam suasana kegembiraan kita tetap menjaga agar nafas religius perarakan besar Malaka benar-benar dihayati dan diimani umat.
“Kita lihat melalui perarakan besar dengan prosesi Patung Bunda Maria dan Patung Tuhan Yesus mengelilingi paroki-paroki ada nilai tersendiri. Semua umat paroki hadir merayakan perarakan besar Malaka walau karena dalam acara puncak di Betun ada umat yang tidak sempat hadir merayakannya bersama,” sebutnya.

Dia meminta kepada semua umat dekenat Malaka agar benar-benar menghayati perarakan besar Malaka yang diselenggarakan setiap dua tahun pada tahun genap sebagai peristiwa iman. Bunda Maria dan Tuhan Yesus benar-benar hadir di Malaka mengunjungi setiap umat disetiap paroki, sehingga kita harus memberikan perhatian dan partisipasi terutama dalam kegiatan perarakan di wilayah parokinya masing-masing. (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top