RAGAM

Puluhan Ribu Umat Katolik Ikuti Puncak Perarakan Besar Malaka 2016

BETUN, Kilastimor.com-Puluhan ribu umat Katolik merayakan Perarakan Besar Malaka tahun 2016 di Betun-Kabupaten Malaka yang ditandai peristiwa puncak berupa Perarakan Patung Bunda Maria dan Salib Tuhan Yesus dari Dekenat Malaka menuju gua Maria Lourdes Tubaki Betun, dengan jarak tempuhnya sejauh kurang lebih dua kilometer itu.
Peristiwa puncaknya ditandai acara misa kudus bersama yang dipimpin Vikjen Keuskupan Atambua, bersama seluruh pastor dekenat Malaka, Senin (31/10) pagi tadi.

Umat Katolik tumpah ruah ikuti Perarakan Besar Malaka 2016

Umat Katolik tumpah ruah ikuti Perarakan Besar Malaka 2016

Usai misa bersama seluruh imam bersama Bupati Malaka bersama jajarannya serta pimpinan DPRD bersama jajarannya, TNI-Polri, pengurus gereja, tokoh masyarakat mengikuti acara makan adat bersama di aula Dekenat Malaka.
Selesai acara makan adat bersama, dilanjutkan tebe bersama di lapangan umum Dekenat Malaka dan dihadirkan pertandingan final sepak bola. Malam harinya dilanjutkan ramah tamah dan penyerahan hadiah pertandingan dan lomba selama perarakan Malaka berlangsung.

Ketua Panitia Perarakan Besar Malaka, Petrus Bria Seran kepada wartawan mengatakan, pelaksanaan perarakan besar Malaka tahun ini ‎semakin mendapatkan perhatian umat. Partisipasi umat dari tahun ke tahun mulai membaik. Kunjungan dan ziarah Patung Bunda Maria dan Tuhan Yesus ke 17 Paroki di dekenat Malaka benar-benar mendapatkan perhatian dan sambutan umat disetiap Paroki. Umat Paroki baik tua dan muda, besar dan kecil berbondong-bondong merayakan peristiwa devosi selama Patung Bunda Maria berkeliling.
“Ini peristiwa iman yang sangat luar biasa karena semua umat bisa hadir dan berdoa bersama di parokinya masing-masing. Ini peristiwa iman dan semua elemen umat ambil bagian dalam peristiwa penting itu untuk berdoa bersama, bernyanyi dan menari bersama sebagai ungkapan kegembiraan bersama,” terangnya.

Baca Juga :   Kepala Desa Lawalu: Terima Kasih Bupati Malaka

Umat tidak hanya berdoa tambahnya, tetapi diberi kesempatan memamerkan hasil karyanya melalui pameran Perarakan Besar Malaka yang dipusatkan di halaman Dekenat Malaka dan mendapatkan respon yang cukup baik umat.
“Umat selama satu bulan terakhir diberi ruang mengikuti berbagai pertandingan olah raga dan perlombaan kesenian sebagai sarana mempererat jalinan persahabatan antar umat. Kegiatan seperti itu merupakan sarana dan media untuk menyatukan dan menghimpun umat. Selain berdoa dan tetap menjaga suasana doa, umat Katolik Dekenat Malaka diberi ruang mengekspresikan diri malalui berbagai kegiatan yang bermanfaat untuk memeriahkan pelaksanaan perarakan besar Malaka tahun 2016,” paparnya. (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top