RAGAM

Satgas Pamtas: Jangan Lakukan Perlintasan Illegal ke Timor Leste

ATAMBUA, Kilastimor.com-Guna menghindari tindakan illegal, warga empat Desa di Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan Indonesia dan Timor Leste kembali mendapat sosialisasi hukum dari Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider 641/Beruang yang bertempat di ruangan SDK Sadi, Desa Sadi, Jumat (21/10/2016).

Satgas Pamtas RI-RDTL sosialisasi hukum bagi masyarakat perbatasan.

Satgas Pamtas RI-RDTL sosialisasi hukum bagi masyarakat perbatasan.

Kegiatan sosialisasi hukum di wilayah Pos Asulait, Dankipur-1 Satgas Yonif Raider 641 itu dihadiri kurang lebih 50-an peserta dari perangkat Desa, tokoh adat, perempuan, masyarakat Desa Sadi, Umaklaran, Bauho, Sarabau Kecamatan Tastim, juga Kapospol Tastim, Dankipur-1 serta Danpos Asulait bersama Anggota.

Materi sosilaisasi hukum dibawakan oleh Perwira Hukum (Pakum) Satgas Yonif Raider 641/Bru, Kapten Chk Ujang Priyono didampingini Dankipur-1 Lettu (Inf) Miftahul Khoiron serta Danpos Asulait, Serka Asiamsul. Adapun materi tentang peraturan bersama RI-RDTL tentang perlintasan tradisional perbatasan dan pasar. UU nomor 12 tahun 1951 tentang senpi, muhandak dan UU nomor 22 tahun 2001 tentang Migas.

Pakum Ujang Priyono usai kegiatan mengatakan, tujuan dilakukan sosialisasi hukum agar warga di perbatasan Belu dan Timor Leste bisa mengetahui, memahami bahwa tindakan-tindakan atau perlintasan illegal melanggar hukum.

“Dengan adanya sosialisai ini kita mengajak dan menghimbau kepada masyarakat di tapal batas Belu agar jangan melakukan kegiatan Illegal yang dilarang oleh aturan nasional, karena itu hanya akan membahayakan diri sendiri,” ujar dia.

Baca Juga :   SN: Pancasila Harus Dihayati Sebagai Falsafah Bangsa

Pages: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top