HUKUM & KRIMINAL

Sekda Jalani Tugas Keluar Daerah, Kejari TTS Tunda Rencana Konfrontir Terkait Dugaan Korupsi Dana Konsumsi

SOE, Kilastimor.com-Penyidik Kejaksaan Begeri TTS terpaksa menunda pemeriksaan saksi Sekda TTS, Salmun Tabun dan Ketua Seksi Konsumsi, Sonya Ully Tabun, Kepala KTU Edison Oematan, Hing Fallo dan bendahara pembantu Elen Ully.

Kelimanya dijadwalkan akan menjalani konfrontir pada Senin (3/10/2016). Namun karena Sekda TTS Salmun Tabun dan Ibu Sonya Ully masih menjalani dinas keluar daerah maka pemeriksaan terhadap kelimanya ditunda dan akan dijadwalkan lagi pada waktu yang akan ditentukan kemudian.

Oscar Douglas Riwu

Oscar Douglas Riwu

Menurut Kejari SoE Oscar Douglas Riwu pemeriksaan terhadap kelima saksi tersebut bersifat konfrontir untuk melengkapi dokumen berdasarkan permintaan BPK.
“Pemeriksaan hari ini sebenarnya bersifat konfrontasi saja untuk memenuhi data dan dokumen yang diminta BPK, namun karena ada dua saksi yaitu Pa Sekda dan ibu Sonya Ully masih menjalani dinas luar, makanya kita tunda,” jelas Kejari Oscar.

Lebih lanjut Oscar menjelaskan, pemeriksaan yang bersifat konfrontir tidak bisa dilakukan jika salah satu orang tidak hadir. Pemeriksaan baru bisa dilakukan jika para pihak atau orang-orang yang akan dikonfrontasi hadir pada saat pemeriksaan.

“Jadi kita tidak bisa lakukan konfrontasi jika masih ada saksi yang dibutuhkan dalam konfrontir tidak hadir,” kata Oscar.
Para saksi yang memenuhi panggilan penyidik demikian Oscar adalah Edison Oematan, Hing Fallo dan Elen Ully. “Yang datang tadi cuma tiga orang saksi yaitu Edi Oematan, Hing Fallo dan Elen Ully. Jadi kita tidak bisa periksa mereka. Kita tunggu sekaligus mereka lima orang hadir baru kita konfrontasi,”jelas Oscar.

Baca Juga :   TULUS Maksimalkan Kunjungan ke Konstituen

Pihak Kejakasaan Negeri SoE akan menjadwalkan ulang pemeriksaan kelima orang saksi tersebut. Namun waktunya belum diketahui secara pasti kapan akan dilakukan pemeriksaan.
Keterangan dari hasil konfrontir kelima orang saksi tersebut menurut Kejari Oscar berdasarkan permintaan pihak BPK
“BKP minta untuk kelengkapan dokumen dan keterangan serta hal-hal lain yang belum termuat dalam Berita Acara Pemeriksaan Jaksa. Itu yang BPK minta, terutama dokumen yang sudah di SPJ-kan,” terang Kejari Oscar.

Untuk diketahui, penyidik kejaksaan negeri SoE hingga saat ini belum mengantongi hasil audit BPK terkait kasus dugaan korupsi dana konsumsi yang dikelolah Bagian Umum Setda Kabupaten TTS. Saat ini penyidik tengah menunggu hasil audit yang dikeluarkan oleh BPK sebagai lembaga yang berwenang untuk menentukan nilai kerugian negera dalam kasus tersebut. (pap)

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top