RAGAM

Sumpa Pemuda Merupakan Hari Kebangkitan Pemuda

KUPANG, Kilastimor.com-Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Kupang, Johanna Lisapaly memimpin upacara perdana di lapangan upacara Balai Kota Kupang, Jumat (28/10) pagi. Dalam upacara Sumpa Pemuda itu, Plt Wali Kota Kupang menandai dengan penyerahan piagam tanda penghargaan, lencana darmabakti pramuka.

Johanna Lisapaly

Johanna Lisapaly

Plt Walikota Kupang, Johanna Lisapaly saat membaca sambutan tertulis Menteri Pemuda dan Olahraga RI mengemukakan, hari ini adalah hari kebangkitan bagi anak muda Indonesia. Dengan kemajuan teknologi, pemuda Indonesia dari Sabang sampai Merauke harus terus bergerak memberikan sumbangsih pemikiran dan gagasannya untuk kesejahteraan dan kebesaran bangsa Indonesia terutama di mata dunia.
Pada peringatan Sumpah Pemuda kali ini, para pemuda Indonesia kembali diingatkan kata-kata Bung Karno yang terkenal, ” Beri aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncang dunia,” paparnya.

Dalam waktu dekat ini, kata Yohana, mulai tahun 2020 sampai 2035 Indonesia akan menikmati suatu era yang langka disebut bonus demografi. Dimana jumlah usia produktif Indonesia diproyeksikan berada pada grafik tertinggi dalam sejarah bangsa ini, yaitu mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk Indonesia sebesar 297 juta jiwa.

Oleh karena itu, Bonus demografi menjadi peluang yang sangat strategis bagi sebuah negara untuk dapat melakukan percepatan pembangunan ekonomi dengan dukungan ketersediaan sumber daya manusia produktif, dalam jumlah yang cukup signifikan. Rasio sederhananya dapat digambarkan bahwa di setiap 100 penduduk Indonesia, terdapat 64 orang yang berusia produktif, sisanya 46 orang adalah usia anak-anak dan lansia. Rasio usia produktif di atas 64 persen sudah lebih dari cukup bagi Indonesia untuk melesat menjadi negara maju.

Baca Juga :   Isu Tsunami, Warga Kobalima, Kabupaten Malaka Mengungsi

Namun jika dikaitkan dengan pidato Bung Karno, kata Yohana, sejatinya jumlah besar saja tidaklah cukup untuk bisa membawa bangsa ini menjadi bangsa yang maju di kancah dunia. Tidak perlu menunggu bonus demografi untuk bisa memberikan kehormatan yang layak bagi bangsa dan negaranya, hanya membutuhkan pemuda-pemudi unggul yang memiliki kualitas dan visi yang besar dalam menatap dunia. Terbukti sudah banyak pemuda Indonesia saat ini yang sudah menorehkan prestasi di level internasional, baik di bidang olahraga, musik dan industri kreatif. Indonesia juga memiliki anak-anak muda potensial di bidang start up, yang omzetnya mengundang decak kagum pebisnis online dunia.

Omzet belanja online Indonesia sendiri pada tahun 2015 dilaporkan telah mencapai Rp 200 triliun lebih. Jika tren ini bisa dikelola dengan baik, maka perekonomian Indonesia akan maju pesat. Tokoh-tokoh pemuda tersebut merupakan contoh untuk mengingat kembali pesan Bung Karno bahwa dengan pemuda yang hebat, kita benar-benar bisa menaklukkan dunia. Jumlah yang besar tidaklah cukup tanpa diimbangi dengan kualitas yang baik.

“Mari kita buktikan dalam sejarah Indonesia, untuk kesekian kalinya pemuda Indonesia menjadi motor utama penentu perubahan Indonesia. Bonus demografi menjadi kesempatan kita satu-satunya untuk memastikan percepatan pembangunan ekonomi Indonesia menjadi negara maju sejajar dengan negara besar lainnya,” ujarnya menutup sambutan tersebut.
Turut hadir dalam upacara tersebut, segenap unsur SKPD, Sekda Kota Kupang bersama para asisten, pimpinan SKPD para camat dan lurah.(ify)

Baca Juga :   Kapolres Belu Minta Masyarakat Jangan Termakan Isu SARA dan Berita Hoax
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top