RAGAM

Tiga ASN Malaka Terancam Dilaporkan ke Polisi

BETUN, Kilastimor.com-Tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Malaka yang mengadukan persoalan penonjoban mereka di Komisi KSN di Jakarta, bakal berbuntut panjang.
Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran setelah klarifikasi di Jakarta akan melaporkan tiga ASN pelapor di Polres Belu, karena dinilai mencemarkan nama baik Bupati.

Stefanus Bria Seran

Stefanus Bria Seran

“Kalau mereka hanya mengadu saja tidak ada masalah, karena hal itu diatur dalam undang-undang. Tetapi kalau mereka menuduh bupati menyalahgunakan kewenangan itu tidak benar dan termasuk pencemaran nama baik bupati. Kita akan laporkan ke Polres setelah pulang dari Jakarta,” jelas Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran kepada wartawan di Jakarta, Rabu (12/10/2016).

Bria Seran mengatakan, jika surat mereka yang ditujukan ke KSN itu sifatnya pengaduan saja itu tidak ada masalah, karena ASN yang merasa dirugikan bisa menempuh jalur itu karena diatur dalam undang-undang. Tetapi mereka menuduh bahwa Bupati menyalahgunakan kewenangan itu yang harus diluruskan. Saya akan lapor ke polisi, mereka mencemarkan nama baik Bupati. Mereka mengadukan bahwa Bupati sewenang-wenang. Saya tempuh prosedur hukumnya dulu, karena mereka mencemarkan nama baik.

“Tolong beritahu mereka untuk masuk kantor 46 hari berturut-turut. Jika mereka tidak berturut-turut masuk kantor tanpa alasan, maka akan saya akan copot dari PNS. Tolong kasi tahu mereka dan wartawan harus tulis itu. Ini nasehat bupati, tolong masuk kantor. Ini akan dilakukan bupati sebagai pembina kepegawaian daerah. Saya tidak ada kompromi dan saya akan copot tanpa diskusi dan klarifikasi,” tegasnya.

Baca Juga :   FH Unwira Kupang Gelar Pekan Peradilan Semu di Kampus

Menurut Bria Seran, penandatangan surat ke KSN hanya tiga orang saja dan satunya hanya nama tanpa tanda tangan.

“Yang tanda tangan surat ke KSN itu ada tiga orang. Satunya tidak tanda tangan. Mantan Kadis PKPO Malaka, Aleks Seran sudah datang ke Inspektorat melakukan klarifikasi ternyata dirinya tidak ikut menandatangani dokumen yang dikirim ke KSN, dan menurutnya namanya dicaplok. Kita ada bawa dokumennya bahwa mereka mencaplok namanya. Dia sudah tanda tangan diatas meterai dan kita akan berikan ke KSN sebagai bukti, bahwa dia tidak terlibat dalam laporan itu,” tuturnya. (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top