RAGAM

Tim Persemal U-17 Kebanjiran Bonus Rp 53 Juta dari Pemkab Malaka

BETUN, Kilastimor.com-Tim Persemal Malaka U-17 kebanjiran bonus dari Pemerintah Daerah Malaka sebanyak Rp 53 juta. Bonus yang diberikan sebagai bentuk penghargaan, karena telah mengharumkan nama Kabupaten Malaka, dengan merebut juara II atau runner up dalam Piala Suratin di Kupang belum lama ini.

Bupati Malaka menerima piala runner up dari Ketua PSSI Malaka.

Bupati Malaka menerima piala runner up dari Ketua PSSI Malaka.

Uang itu akan diberikan kepada pemain, pelatih dan official yang mengikuti turnamen itu. Uang itu akan diserahkan kepada pemain seperti yang tertera dalam pengajuan proposal ke pemerintah sebelumnya.

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran kepada wartawan disela penerimaan kembali pemain Persemal Malaka U-17 di Haitimuk, Selasa (18/10/2016) mengemukakan, bonus ini tidak diberikan kepada organisasinya, tetapi kepada orangnya sesuai yang diusulkan dalam proposal. “Itu sudah dilakukan melalui perhitungan ekonomis yang dilakukan anggota TAPD bagi pelatih, asisten pelatih, official dan pemain. Uang ini masih dalam wujud cek dan bisa dicairkan setelah penetapan anggaran perubahan. Cek itu bisa dicairkan dengan ketentuan DPRD Malaka sudah menetapkan APBD Perubahan.

“Pemerintah apresiasi keberhasilan yang sudah dicapai. Untuk masuk final saja banyak teman yang SMS sama saya bahwa Malaka ini sangat berbahaya karena sudah menunjukkan taringnya,” bilang dia,

Dia meminta kepada PSSI Malaka, supaya tahun depan dilakukan TC selama enam bulan, untuk menghadai El Tari Memorial Cup di Ende. Minimal pertahankan prestasi yang dicapai pemain Persemal saat bertanding El Tari Memorial Cup di Maumere.

Baca Juga :   Bupati Malaka Minta Satlantas Tertibkan Pengguna Jalan yang Tidak Taat Aturan

Urus sepak bola itu mahal apalagi olahraga amatir. Tetapi bola merupakan media yang sangat baik memperkenalkan sebuah daerah atau negara. Brazil dan Belanda terkenal karena sepak bola. “Jadi kita akan lakukan pembinaan supaya sepak bola Malaka menjadi lebih baik. Kita bukan mau terkenal seperti Brazil, tetapi melalui media ini kita perkenalkan daerah. TAPD dan Bappeda jangan kikir mengalokasikan anggaran yang memadai untuk urusan sepak bola. Ini uangnya rakyat sehingga perlu dikembalikan kepada rakyat melalui kegiatan positif dan bermanfaat,” timpalnya.

Bupati meminta agar pemain menjaga disiplin dan penghargaan yang diberikan tidak untuk membeli merokok. “Saya dapat laporan anak-anak tidak merokok, tetapi officialnya merokok. Mulai malam ini anda tidak boleh merokok. Kalau tetap merokok tidak usah mengurusi olah raga dan tidak boleh dilibatkan dalam El Tari Memorial Cup karena akan merusak olahraga,” pintanya tegas. (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top