RAGAM

Umat Katolik Diminta Sukseskan Perarakan Besar Malaka

BETUN, Kilastimor.com-Umat Katolik yang berada di Dekenat Malaka, Keuskupang Atambua, diminta mensukseskan kegiatan Perarakan Besar Dekenat Malaka tahun 2016. “Kita himbau kepada seluruh umat Katolik di Malaka dan umat Katolik asal Malaka di perantauan, agar kembali ketanah kelahiran mengambil bagian dalam perayaan perarakan besar Malaka yang dirayakan tahun ini. Ini kesempatan baik sampaikan wujud permohonan kita, karena pelaksanaan perararakan besar Malaka merupakan tradisi budaya yang ditinggalkan leluhur sejak tahun 1958. Ini moment yang sangat penting dan sejarah untuk menyampaikan wujud permohonan melalui perantaraan Bunda Maria, sekaligus mengajak sanak keluarga untuk berdoa bersama dan bisa bertemu sanak keluarga di tanah kelahiran. Kepada semua anak cucu diperantauan ini merupakan moment untuk kembali ke kampung halaman untuk berdoa dan berziarah bersama seluruh keluarga,” kata Ketua Dewan Pastoral Dekenat Malaka, Petrus Bria Seran kepada wartawan di Betun, Rabu (19/10/2016).

Petrus Bria Seran

Petrus Bria Seran

Dikemukakan, tidak hanya mengajak umat asal Malaka tetapi kesempatan yang baik ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin umat Keuskupan Atambua, baik di Kabupaten Belu dan TTU hingga Kupang. “Mari kita berziarah karena peristiwa perarakan besar Malaka itu hanya dilaksanakan dua tahun satu kali pada tahun genap,” bilang Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Malaka itu.

Prosesi Patung Bunda Maria dan Tuhan Yesus bilangnya, sudah sampai di Paroki Webriamata dan hari ini sudah sampai di Paroki Besikama. Pada 22 Oktober sudah berada di Pusat Paroki Kleseleon. 23 Oktober diatakhtakan di Kmilaran, selanjutnya 24 Oktober di Haitimuk dan 25 Oktober diarak masuk kembali di Pusat Dekenat Malaka di Betun.

Baca Juga :   IPDN Lakukan Pendampingan di Sejumlah Desa di Kabupaten Malaka

Pada 31 Oktober nanti, digelar perayaan puncak ditandai dengan perayaan Misa Kudus di Gua Lourdes Tubaki-Betun. “Umat Katolik berarak dan bersiarah menuju Gua dan setibanya disana dilanjutkan perayaan misa bersama. Kita harapkan dalam perayaan puncak itu seluruh pesiarah bisa hadir. Selama arca Bunda Maria dan Tuhan Yesus berkeliling di 17 Paroki, seluruh umat berduyun-duyun menerima kehadiran Bunda Maria dan Tuhan Yesus di Paroki-nya masing-masing dengan khusuk.
Kita undang semua umat agar datang berziarah. 25 Oktober, Patung Bunda Maria dan Tuhan Yesus kembali ke pusat dekenat diterima 500 penari Likurai dan Bidu saat acara itu,” pungkasnya.

Usai misa puncak nanti, bilang dia, dilanjutkan makan adat bersama sedekenat Malaka yang dihadiri Bupati bersama seluruh jajarannya, Deken bersama seluruh pastor dan pengurus paroki serta seluruh tokoh umat hadir dalam acara makan adat itu. “Yesus sendiri melakukan perjamuan dan kita sendiri akan melaksanakan acara makan adat bersama untuk meningkatkan rasa persaudaraan diantara umat se-Dekenat Malaka,” tutupnya. (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top