EKONOMI

Petani Malaka Diprediksi Tanam 19.127 Ha Lahan Kering

BETUN, Kilastimor.com-Petani Kabupaten Malaka dalam musim tanam I tahun 2016/2017 diprediksi akan melakukan penanaman pada lahan kering seluas 19.127 ha. Perinciannya, lahan dari program RPM seluas 1.000 hektar dan lahan dari program Upaya Khusus (Upsus) seluas 18.127 ha. Lahan dari program RPM yang direncanakan dari 448 ha lahan yang diolah saat ini sudah mencapai 332 ha dan sisanya diprediksi akan selesai akhir november mendatang. Dari laporan tim teknis di lapangan, lahan yang diupayakan melalui program upsus seluas 18.127 ha sudah terolah dan siap tanam seluas 8 ribu hektar lebih. Sisanya diharapkan dapat tuntas disiapkan selama November hingga Desember sebelum kegiatan penanaman dilakukan. Hal itu disampaikan Kadis Pertanian Malaka, Yustinus Nahak kepada wartawan di Betun, Minggu (20/11-2016).

Yustinus Nahak

Yustinus Nahak

Yustinus mengatakan progres pengolahan lahan kering melalui program RPM sampai saat ini sudah mencapai 332 ha dari 448 ha yang ditargetkan diolah. RPM yang direncanakan 1000 ha tetapi setelah diidentifikasi kebun yang sudah jadi dan tidak perlu diolah sebesar 552 ha karena sudah berupa kebun jadi. Kita optimis sampai akhir bulan november kita sudah tuntaskan semua pengolahan lahan.

Selain itu kata Yustinus, diluar program RPM, pihaknya juga didukung program upaya khusus (Upsus) seluas 18.127 ha jagung. Kalau ditambah 1000 ha dari RPM maka totalnya 19.127. Untuk Upsus sesuai laporan tim teknis lahan sudah siap tanam seluas 8000 ha lebih. Lainnya masih dipersiapkan masyarakat dan diharapkan sampai akhir November hingga desember sebelum musim tanam sudah tuntas persiapan lahannya.

Baca Juga :   Distan Malaka Terus Tingkatkan SDM Petani Malaka

Terkait pengolahan lahan masyarakat Yustinus mengatakan Pemerintah Daerah melalui dinas pertanian Malaka sudah mengadakan lagi enam unit traktor lahan kering dan diperkirakan akhir minggu ketiga atau awal minggu ke empat sudah tiba di Malaka. Kemarin saya sudah bertemu pemenang tendernya dan meminta supaya traktor yang dibeli secepatnya tiba di Malaka dan pihak pengusaha menyanggupi tiba paling lama minggu keempat bulan ini.

Kalau 6 unit traktor itu sudah tiba maka total traktor yang dimiliki pemerintah sebanyak 15 Unit. Kita rencanakan traktor itu akan dibagi kesetiap kecamatan di Malaka secara merata di 12 Kecamatan. Kelebihan 3 unit traktor akan diberikan kepada kecamatan yang memiliki lahan kering yang luas seperti Malaka Tengah dan Malaka Barat. Kalau dibagian gunung tanahnya lebih banyak berbatu sehingga kita rencanakan beri masing-masing kecamatan 1 traktor.

Yustinus mengatakan belakangan ini dirinya sering ditelpon masyarakat yang berisi komplain terkait pengolahan lahan masyarakat yang sering terlambat. Kita sudah menjelaskan bahwa pengolahan lahan oleh pemerintah dilakukan secara bertahap sesuai ketersediaan traktor. Saat ini kita hanya punya traktor lahan kering sebanyak 9 unit sementara lahan kering yang mau diolah dan menyebar di 12 Kecamatan seluas 104 ribu hektar. Kita tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat namun harus dilihat dengan ketersediaan traktor milik pemerintah. (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top