RAGAM

32 Peserta Ramaikan Tour de Timor. Gubernur: Even Ini untuk Perkenalkan Pariwisata di Daratan Timor

BETUN, Kilastimor.com-Wakil Bupati Belu, J.T Ose Luan melepas secara resmi Tour de Timor Indonesia 2016 yang bertempat di Lapangan Umum Atambua, Kabupaten Belu, Timor Barat, Perbatasan Indonesia-Timor Leste, Rabu (30/11/2016). Hadir pada acara pelepasan tersebut Sekretaris Pariwisata Propinsi NTT, Konjen RDTL di Kupang, Dandim 1605/Belu, Kapolres Belu, Kajari Belu dan Kadis Pariwisata Belu.

Wabup Belu lepas peserta Tour de Timor.

Wabup Belu lepas peserta Tour de Timor.

Kegiatan Tour de Timor Indonesia 2016 kerja sama dengan PT. Mitra Lintas diikuti oleh peserta sebanyak 32 orang dari Belu, Kupang, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali serta dua peserta WNA dari Timor Leste dan Malaysia. Selain mengangkat dan mempromosikan pariwisata yang ada di daratan timor, melalui event tersebut juga dapat meningkatkan hubungan antara Indonesia dan Timor Leste.

Gubernur NTT Frans Lebu Raya dalam sambutan yang dibacakan Wabup J.T Ose Luan menuturkan, melalui Tour de Timor Indonesia 2016 kita dapat mempromosikan dan mengangkat pariwisata daerah Nusa Tenggara Timur ke pentas dunia, mewujudkan daratan Timor sebagai destinasi wisata unggulan di NTT, yang bisa mengajak masyarakat Indonesia dan dunia untuk mengunjungi destinasi wisata di wilayah Provinsi NTT.

Tour de Timor Indonesia 2016 ini telah menghadirkan peserta touring yang bertaraf internasional, dan sebagai salah satu sarana untuk mengangkat pariwisata Nusa Tenggara Timur ke pentas dunia. Tour de Timor ini akan menempuh jarak 321 km dan terbagai atas 3 etape, yang berawal dari Mota’ain Kabupaten Belu sampai Kota Kupang. “Tentu sangat melelahkan tetapi kami berharap seluruh peserta Tour de Timor Indonesia akan menyaksikan keanekaragam obyek dan daya tarik wisata sepanjang perjalanan mulai dari Mota’ain sampai Kupang,” ujar dia.

Baca Juga :   Tim SBS-DA Persiapkan Kampanye di Zona I

Menurut Lebu Raya, Pemerintah Jokowi-JK telah menetapkan enam sektor unggulan dalam pembangunan (2015-2019) yakni, pangan, maritim, wisata, industri, energi dan infrastruktur. Terget yang ditetapkan Presiden dan Wakil Presiden pada sektor pariwisata pada tahun 2019 yaitu jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 20 juta wisman, 275 juta wisataan nusantara (wisnus), peringkat 30 tourims and competitive index.

Pemerintah Pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaratiman RI telah menetapkan sepuluh destinasi prioritas pengembangan pariwisata nasional. Labuan Bajo masuk menjadi salah satu dari sepuluh destinasi tersebut. Dalam mengelola destinasi di Labuan Bajo, Pempus akan membentuk Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo melalui peraturan presiden yang sampai saat ini masih dalam proses penetapan.

Pembangunan pariwisata memiliki arti yang sangat penting ditinjau dari berbagai aspek, dari sisi ekonomi pariwisata, dalam beberapa tahun terakhir sektor pariwisata memberikan kontribusi terhadap PDB (baik melalui devisa maupun perputaran ekonomi). Hal ini dibuktikan adanya peningkatan jumlah kunjungan wisman ke Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun dan di tahun 2015 tingkat kunjungan meningkat sebanyak 10,4 juta dan 255 perjalan wisnus. “Ada beberapa upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat untuk untuk mencapai terget tersebut yakni, dengan melakukan terobosan dalam hal regulasi antara lain memberikan Bebas Visa Kunjungan (BVK) untuk 90 negara dan juga penghapusan ketentuan Clearance Approval for Indonesia Territory (CAIT) untuk meningkatkan jumlah kunjungan yacht ke Indonesia,” ungkanya.

Baca Juga :   Tiongkok Blacklist Warganya yang Bikin Malu Saat Melancong ke Luar Negeri

Diharapkan juga melalui melalui Tour de Timor ini dapat memberikan dampak positif kepada masyarakat sedaratan timor antara lain, terpromosinya potensi wisata alam dan budaya daratan timor menjadi lebih tergarap, terekspos dan terkenal, meningkatnya jumlah wisatawan nusantara dan mancanegara ke wilayah Nusa Tenggara Timur, mendorong pembangunan infrastruktur aksesibilitas di wilayah destinasi parwisata sedaratan timor.

Kesempatan itu diajak kepada seluruh warga, agar bersama untuk terus bahu membahu dalam membangun pariwisata di Nusa Tenggara Timur dengan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja tuntas untuk membangun destinasi pariwisata kita melalui pembenahan sarana dan prasarana pariwisata, infrastruktur dan aksesibilitas. Kita bangun promosi melalui penciptaan event-event yang berskala nasional dan internasional. Kita bangun industri pariwisata dan ekonomi kreatif yang berbasis pada penguatan nilai tambah produk pertanian, peternakan, perikanan dan budaya kita.

Selain itu juga bersama mambangun kelembagaan pariwisata dan ekonomi kreatif melalui, penguatan desa wisata dan kelompok-kelompok masyarakat sadar wisata, mari kita ciptakan manusia-manusia pariwisata yang bertumbuh pada pemberdayaan dan versifikasi produk pariwisata dan ekonomi kreatif. Kita memiliki obyek dan daya tarik wisata yang beraneka ragam mulai dari Belu hingga Kupang. Apalagi Labuan Bajo sebagai pintu utama masuknya wisatawan ke NTT yang ditetapkan sebagai 1 dari 10 destinasi utama nasioanl yang menjadi prioritas pembangunan nasional. “Untuk itu mari kita dukung pembangunan pariwisata di NTT dengan mambangun kemitraan dengan mitra kerja pariwisata dalam mempersiapkan promosi pariwisata ke luar negeri dan nantinya pasti akan banyak wisata yang akan berkunjung ke Nusa Tenggara Timur,” pintanya. (yan)

Baca Juga :   Pj Kades Renrua Tidak Penuhi Panggilan DPRD Belu
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top