EKONOMI

Desa Maktihan Dukung RPM Melalui Dana Desa

BETUN, Kilastimor.com-Desa Maktihan, Kecamatan Malaka Barat benar-benar mendukung Program Revolusi Pertanian Malaka (RPM) yang dicanangkan Pemkab Malaka. Buktinya, Desa Maktihan mengalokasikan ADD untuk mendukung program itu. Sesuai hasil rapat bersama BPD dan seluruh tokoh masyarakat menghendaki ADD untuk pemberdayaan dimanfaatkan sepenuhnya untuk mengadakan sarana dan alat produksi pertanian yang dibutuhkan warga berupa hand traktor, mesin perontok padi, mesin pompa air, mesin pemotong rumput dan herbisida bagi 24 kelompok tani termasuk kelompok holtikultura bagi ibu-ibu di desa yang selama ini aktif mengeluti usaha itu.
Hal itu disampaikan Kades Maktihan, Lambertus Klau Nahak, kepada wartawan di Maktihan, Sabtu (12/11/2016).

Pose bersama Bupati/Wabup Malaka dalam launching RPM.

Pose bersama Bupati/Wabup Malaka dalam launching RPM.

Pembelanjaan tahap pertama katanya, sudah dilakukan dan siap dibagikan kepada anggota kelompok penerima. “Kita saat ini sementara siapkan SPJ dan sudah dikonsultasikan ke bagian keuangan untuk diverifikasi. Kalau sudah clear maka kita bisa proses pencairan ADD tahap II dalam waktu dekat,” terangnya.

Dikatakan, pihaknya optimis semua dana yang plotkan untuk ADD tahap I dan II bisa direalisasi dan diserap tahun ini. Sementara ini pihaknya sedang mengkonsultasikan agar dana SILPA berjalan, akan dialokasikan untuk membeli lagi saprodi pertanian bila regulasinya memungkinkan. “Kita mau uang ADD tahun ini habis terpakai dan diserap habis guna memenuhi kebutuhan desa yang sangat mendesak sesuai perencanaan dalam APBDES,” ungkapnya.

Baca Juga :   HKSN, Pemkab Malaka Serahkan Sejumlah Rumah Layak Huni

Dalam rapat di desa urai dia, ada harapan kuat warga untuk memanfaatkan ADD guna mengoptimalkan pengadaan saprodi pertanian. Karena itu, pihaknya ingin mengoptimalkan semua anggaran untuk memenuhi kebutuhan warga sesuai perencanaan, guna memenuhi kebutuhan warga dalam mengelola 170 ha lahan di Desa Maktihan.

Mesin pompa air sebanyak 6 buah yang dibelanjakan sebutnya, akan diserahkan kepada Kelompok Wanita Tani sebanyak 6 kelompok yang selama ini bergelut dalam mengembangkan usaha hortikultura berupa sayur-sayuran. Bantuan-bantuan melalui dana pemberdayaan ADD Desa Maktihan untuk melayani 24 kelompok tani dengan rincian 17 kelompok tani lahan basah, 5 kelompok lahan kering dan 2 kelompok ternak.

Tahun 2017, pihaknya tetap fokus mengalokasikan anggaran melalui ADD untuk melengkapi kekurangan saprodi pertanian seperti hand traktor dan mesin perontok padi. “Kita harapkan semua kelompok tani bisa mendapatkan sarana itu sehingga semua lahan di desa Maktihan dapat dioptimalkan pengolahannya,” timpal Lambertus.

Untuk saat ini kita sementara melakukan penataan kembali lelompok berdasarkan hamparan sehingga memudahkan pengolahan lahan secara berkelompok dengan memanfaatkan fasilitas traktor yang disediakan. Desa sudah lakukan pemetaan dan kita bentuk 8 kelompok dengan total anggota perkelompok sebanyak 20 orang. (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top