RAGAM

Ditahan 78 Hari, Pemerintah Timor Leste Bebaskan Dua WNI. Atase: Besok Antoneta dan Tomasia Dipulangkan ke Belu

DILI, Kilastimor.com-Setelah ditahan selama 78 hari, akhirnya Pemerintah Timor Leste membebaskan dua Warga Negara Indonesia (WNI) asal Kabupaten Belu. Antoneta Goncalves dan Tomasia Elisa Tilman. Keduanya dibebaskan dari tahanan di Prisao (Lembaga Pemasyarakatan) Sub Distric Gleno, Distrik Ermera Timor Leste.

Kedua ibu berbaju merah  dari Belu, Indonesia, dibebaskan pihak Timor Leste.

Kedua ibu berbaju merah dari Belu, Indonesia, dibebaskan pihak Timor Leste.

Untuk diketahui, kedua Ibu tersebut ditangkap aparat keamanan Timor Leste di wilayah Batugade, Distric Bobonaro pada hari Kamis (1/9) lalu, lantaran tidak memiliki dokumen resmi saat masuk ke wilayah Timor Leste, melalui Pintu Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Desa Silawan, Kecamatan Tastim, Belu. Keduanya kemudian langsung ditahan.

Kabar dibebaskannya dua warga Indonesia asal perbatasan Belu itu dibenarkan oleh Atase Kepolisian Republik Indonesia KBRI, Kombes Pol, Bharata Indrayana yang berada di Dili, Timor Leste, Jumat (18/11/2016)
“Iya betul, hari ini mereka dua dibebaskan. Saya bersama dua ibu sudah berangkat dari Gleno menuju ke KBRI di Dili,” ucap dia.
Dikatakan, sebelum dipulangkan ke Indonesia, keduanya akan diserahkan ke KBRI karena masih ada proses administrasi yang harus diselesaikan. Setelah selesai proses semuanya baru akan diantar pulang oleh KBRI ke Atambua, Sabtu besok melalui PLBN Mota’ain.

Keluarga melalui Koordinator Umum Forum Peduli Masyarakat Perbatasan (FPMP), Zeka Pereira membenarkan informasi dua Ibu yang ditahan telah dibebaskan hari ini oleh Pemerintah Timor Leste.
“Kita sudah terima informasi dari KBRI di Dili, hari ini dua Ibu yang ditahan bebas. Saat ini mereka sedang berada di KBRI dan mereka akan diantar KBRI ke Atambua besok Sabtu (19/11) melalui pintu lintas batas Mota’ain,” sebut dia.

Baca Juga :   Jelang Kontes Sapi Tingkat Provinsi, Puluhan Sapi Ikut Kontes di RPH Bimoku Kota Kupang

Menurut Pereira, kedua Ibu yang dibebaskan hari ini karena upaya yang dilakukan oleh pihak keluarga dengan membangun komunikasi intensif dengan KBRI di Dili-Timor Leste dan Pemerintah Timor Leste melalui Agent Konsul Timor Leste di Atambua.
“Sejak di tahan, hingga hari ini kita selalu berkomunikasi dengan pemerintah Timor Leste, melalui Konsul Timor Leste di Atambua, Menistru Enterior (Mendagri) Timor Leste, KBRI di Dili dan TNI-Polri dalam hal ini Kapolres Belu dan Dandim 1605 Belu,” beber Pereira

Terpisah, Carlos Goncalves menyebutkan, kedua keluarga besar sangat bahagia dan bersyukur atas dibebaskannya kedua Ibu tersebut. Meski ditahan sejak awal September sampai dibebaskan pada hari ini keluarga tidak pernah menyerah untuk terus melakukan upaya komunikasi dengan KBRI dan Pemerintah Timor Leste.
“Kita bersyukur dua ibu yang bebas tahanan hari ini karena berkat bantuan KBRI, Pemerintah Timor Leste, Pemda, TNI dan Polri. Keluarga besar berencana besok akan menjemput kedua Ibu di perbatasan Mota’ain,” kata Koordinator Lapangan Forum Peduli Masyarakat Perbatasan (FPMP) itu. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top