RAGAM

Keberhasilan Petani Lembang karena Didukung Pemerintah

LEMBANG, Kilastimor.com-Kemajuan dan perkembangan pertanian dan usaha kelompok tani di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah. Pemerintah daerah mengintervensi anggaran untuk pembangunan SDM Petani dan kelompok tani serta memberikan bantuan saprodi dan lainnya untuk memajukan usaha kelompok tani hingga bisa mandiri.
Hal itu disampaikan Sekcam Lembang, Edi Hidayat kepada wartawan usai menerima rombongan stuba Kabupaten Malaka di Lembang-Kabupaten Bandung Barat di Bandung, Rabu (9/11/2016).

Camat dan Kepala Desa dari Malaka pose bersama Sekcam Lembang.

Camat dan Kepala Desa dari Malaka pose bersama Sekcam Lembang.

Pemerintah katanya, punya komitmen yang kuat untuk membangun kelompok tani hingga sukses dan mandiri. Pertama, intervensi pemerintah terhadap Gapoktan dan Kelompok Tani yakni membangun SDM dengan mengikut sertakan anggota kelompok tani untuk mengikuti magang dan pelatihan dengan biaya pemerintah pada lembaga atau petani-petani yang sudah maju. Kedua, pemerintah memberikan fasilitas seperti mesin pengawet, mesing packing, pupuk dan obat-obatan sesuai kebutuhan kelompok hingga bisa mandiri.
Intervensi pemerintah kepada kelompok selalui didampingi petugas pertanian seperti PPL, Mantri Tani dan BPP yang secara terus menerus memberikan perhatian dan bimbingan kepada kelompok tani hingga mandiri. Berbagai fasilitas diberikan untuk melancarkan semua aktifitas kelompok tani.

Khusus untuk kegiatan ekspor ke luar negeri, pemerintah melakukan pemilahan tentang tingkatan kelompok tani mulai pemula hingga mandiri. Kelompok mandiri itu dibentuk dan difasilitasi pemerintah hingga mendapatkan areal pertanian. Disana mereka dituntut untuk memproduksi hasil pertanian sesuai permintaan pasar luar negeri. Mereka tidak sekedar memproduksi Lombok dam tomat tetapi harus berkualitas. Kualitas itu ditentukan oleh hasil pengujian dengan menggunakan alat uji. Kalau lolos uji baru diekspor sesuai permintaan pasar.

Baca Juga :   Relawan Geser dan Lafaek Malaka Bantu Agustinus Lau Pasca Amputasi Kaki

Proses seleksi itu tambahnya, sangat ketat karena berkaitan dengan kepercayaan eksportir dan Negara penerima hasil pertanian dari Lembang.
Dalam tahap awal kelompok tani mencari pasar tetapi perkembangan terakhir pasar yang mendatangi kelompok tani. Intinya, sistem pasar sudah dibangun dan kelompok memproduksi hasil pertanian sesuai permintaan pasar baik pasar domestik atau eksport keluar negeri sudah tertata.

“Kiat-kiat kita, petani kita memanfaatkan potensi lahan yang dimiliki sehingga mereka berusaha mengolah sebagai lahan penghidupan dengan bimbingan petugas teknis. Pemerintah selalu mendorong dan memberikan dukungan dengan fasilitas pengetahuan dan sarana prasarana pertanian yang dibutuhkan,” timpalnya.

Dikatakan, Petani disini sangat antusias menempa diri dengan ilmu dan pengetahuan yang difaslitasi pemerintah baik ditingkat kabupaten, provinsi dan pusat serta diluar negeri. Setelah mereka berhasil maka ilmu mereka ditularkan kepada petani-petani lain agar memiliki ilmu dan pengetahuan teknis walau dari aspek pendidikan mereka masih rendah.

“Kemauan belajar dan berusaha menjadi modal utama para petani di Lembang. Kalau mereka sudah terampil maka tindak lanjutnya pemerintah memberikan intervensi berupa bantuan yang dibutuhkan kelompok tani agar mereka berkembang menuju kemandirian.
Sekolah Lapangan, tetap diprogramkan pemerintah bagi petani untuk meningkatkan keterampilan dalam budidaya dan produksi.
Kelompok Binaan yang sudah maju dibidang holti seperti sayuran, tanaman hias, buah-buahan dan bio farma. Tingkat kesuksesannya tadi bertaninya biasa-biasa saja tetapi setelah dilatih dan diberi kesempatan kunjungan dan magang maka motivasi kerja dan pola pertaniannya berubah setelah belajar. Pemerintah selama ini sangat memperhatikan kelompok tani. Mereka dapat bantuan pusat, propinsi dan Kabupaten melalui proposal. Kelompok tani di Lembang sering diundang ke Propinsi dan Pusat karena prestasi yang diraih,” katanya. (boni)

Baca Juga :   Tunggu LHP BPK, Sebaiknya Pemkot Siapkan Data Pendukung
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top