RAGAM

Kurangan PPL, Dinas Pertanian Malaka Kaji Kebutuhan Tenaga

BETUN, Kilastimor.com-Dinas Pertanian Kabupaten Malaka tengah melakukan kajian kebutuhan tenaga untuk diusulkan kepada pemerintah guna melancarkan aktivitas di dinas itu. Kajian kebutuhan itu dilakukan untuk mengisi pos-pos penting terutama menyangkut pos pelayanan dibidang teknis yang bertautan dengan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Yustinus Nahak

Yustinus Nahak

Kajian kebutuhan itu bukan hanya dari jumlah tenaga kerja yang diperlukan tetapi sesuai keahlian dan kompetensi yang dibutuhkan. Salah satu pos penting yang harus diisi tenaga teknis lapangan yakni dibidang PPL yang bertugas di desa. Dari 127 desa di Malaka masih kekurangan 40 PPL yang harus ditempatkan di desa. Hal itu disampaikan Kadis Pertanian Kabupaten Malaka, Yustinus Nahak kepada wartawan di Betun, Sabtu ( 19/11-2016).

“Untuk saat ini kita masih melakukan penataan kelompok tani di Malaka sesuai klasifikasinya. Kita masih tata dan seting kelembagaan kelompok tani yang ada disetiap desa agar memudahkan pembinaan. Untuk membina mereka kita harus siapkan tenaga-tenaga handal sebagai PPL yang bertugas di setiap desa. Saat ini kita punya PPL ber NIP 47 orang ,” terangnya.

Disebutkan, idealnya satu desa satu PPL. Dengan demikian pihaknya masih kurang 80 orang yang diambil dari teda. Teda yang diterima dinas pertanian saat ini sebanyak 67 orang dan sebanyak 40 teda diperbantukan sebagai penyuluh sehingga masih kurang 40 orang PPL. “Kita masih seting untuk penataan kedepan minimal 1 desa 1 PPL. Itupun masih kurang karena idealnya dalam satu desa aturannya 8 Kelompok tani harus ditangani 1 PPL,” tuturnya.

Baca Juga :   Ini Pesan Bupati Malaka Saat Kunker di Puskesmas Biudokfoho

Di Kantor juga sama. satu bidang di dinas harus ditangani 40 orang tetapi nyatanya satu seksi saja tidak ada staf untuk bekerja sehingga masih kekurangan tenaga dimana-mana. Ini fakta yang dihadapi di dinas sehingga kita sudah diatur untuk diusulkan ke pemerintah terkait kebutuhan tenaga teknis untuk dapat melaksanakan tugasnya sesuai keorganisasian yang dibentuk.

“Kita harapkan pos-pos penting di dinas harus diisi dengan tenaga sehingga roda organisasi bisa digerakkan terutama memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat. Organisasi itu khan alat yang harus diisi dengan tenaga yang memadai supaya bisa digerakkan. Ibaratnya kendaraan, kalau tidak ada pengemudi dan pembantu-pembantunya maka dalam memberikan pelayanan akan seret dan tidak berfungsi secara optimal,” imbuhnya.

Sesuai hasil verifikasi kelompok tani di Kabupaten Malaka terdiri dari Kelompok tani Kelas lanjut sebanyak 77 Kelompok, Kelompok tani Pemula sebanyak 1021 Kelompok. Dari Penyebaran poktan di Malaka terdiri dari 57 Gapoktan. Inj semua harus didampingi PPL. (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top