RAGAM

Masuk Tiga Besar Irigasi Teladan se-Indonesia, Tim Juri Kemen-PUPR Pantau Irigasi Malaka

BETUN, Kilastimor.com-Pengelolaan irigasi Malaka, masuk dalam lomba operasi dan pemeliharaan irigasi teladan yang digelar Kementerian PU dan Perumahan Rakyat (PUPR). Untuk mendapatkan gambaran yang utuh, tim Kemen-PUPR meninjau irigasi, Senin (28/11/2016). Kedatangan para rombongan diterima oleh Wakil Bupati Malaka, Daniel Asa di kantor Bupati Malaka bersama pimpinan SKPD lingkup Pemkab malaka.

Daniel Asa

Daniel Asa

Wabup Daniel Asa pada kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada para juri yang sudah hadir di Kabupaten Malaka. Dia menjelaskan, Kabupaten Malaka memiliki 12 kecamatan dimana 6 kecamatan berada di dataran rendah yang subur sehingga memiliki potensi pertanian yang luar biasa. Ia berharap Keberadaan tim juri Kementerian PU dan Perumahan Rakyat dapat melihat kondisi rial di malaka dan memberikan bantuan guna meningkatkan saluran irigasi yang ada di kabupaten malaka untuk mendukung Program Revolusi Pertanian Malaka (RPM).

“Kami bangga karena saluran irigasi pertanian Malaka masuk tiga besar irigasi teladan seluruh Indonesia. Namun kita sadar bahwa saluran irigasi yang ada harus ditingkatkan lagi guna membuka lahan-lahan potensian di Malaka yang belum digarap, karena keterbatasan air. Oleh sebab itu kami berharap dengan keberadaan tim juri di malaka bisa menyuarakan kebutuhan kami di malaka kepada pemerintah pusat agar mendapat prioritas bantuan,” ungkapnya.

Kadis PU NTT, Andre Kore mengungkapkan, dirinya optimis malaka bisa mempertahankan diri di rengking tiga besar. Ia mengaku peninjauan lapangan ini merupakan pengujian atas apa yang sudah ia prestasikan di Bogor beberapa waktu lalu.

Baca Juga :   Tingakatkan kualitas Tenun Ikat, Disperin NTT Latih Penenun Malaka

“Hari ini para juri melihat dan mendengar sendiri operasional dan pemeliharaan saluran irigasi di malaka seperti apa. Dengan melihat sendiri ke lapangan menunjukkan apa yang kita sampaikan sesuai apa adanya di lapangan. Apa yang sudah dan belum kita kerjakan kita sampaikan di sini,” ujar Andre.

Andre mengatakan, para juri memuji koordinasi antara lembaga dan komitmen pimpinan daerah terhadap operasional dan pemeliharaan saluran irigasi yang ada di Malaka. Terkait hasil penilaian, Andre menyerahkan kepada keputusan para juri. Ia mengaku masuk 5 besar sebagai saluran irigasi teladan sudah menjadi kebanggaan tersendiri.

“Soal nanti juara berapa juri yang putuskan. Pastinya kita sudah masuk 5 besar secara nasional. Nanti hadiahnya entah kita dapat mobil atau motor akan digunakan sebagai kendaraan operasi para petugas lapangan di daerah ini,” ungkapnya.

Ketua Tim Juri, Eko Suki menegaskan kedatangan para juri untuk melihat secara langsung apakah yang dipresentasekan kepala Dinas PU NTT di Bogor beberapa waktu lalu, sesuai dengan keadaan di lapangan. Tim juri akan melihat empat aspek dalam pengelolaan dan pemeliharaan saluran irigasi di antaranya, ketersedian air dan cara pengelolaannya, infrastrukturnya, pengoperasian air, hubungan institusi yang ada dalam pengelolaan air dan komitemen pimpinan dalam peningkatan sumber daya manusia. Pengumuman resmi hasil perlombaan akan dilakukan pada 8 Desember mendatang.

Rombongan juri tiba di Betun, Kabupaten Malaka sekitar pukul 14.00 Wita. Saat tiba di kantor Bupati Malaka, para rombongan langsung diterima secara adat dengan tarian bidu dan pengalungan selendang. Usai makan siang, para rombongan tim juri langsung meninjau Bendungan Benenain dan saluran irigasi hingga ke Desa Kamanasa. Selain melihat infrastruktur kelengkapan saluran irigasi, para juri juga melakukan tanya jawab dengan para pengelolaan saluran irigasi untuk mengecek sejauh mana pengetahuan mereka. (boni)
Nam

Baca Juga :   Kantor Harus jadi Tempat Kerja yang Menyenangkan
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top