RAGAM

Paul Liyanto Sosialisasi Empat Pilar di TTU. “NKRI Harga Mati”

KEFAMENANU, Kilastimor.com-Anggota DPD/MPR RI, Abraham Paul Liyanto tetap menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan yang melibatkan tokoh masyarakat, pemuda dan pemerintah dan pelajar di Kecamatan Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT. Sosialisasi tersebut diselenggarakan, 18 November 2016 lalu.

Paul Liyanto ketika melakukan sosialisasi empat pilar di Insana Utara, TTU.

Paul Liyanto ketika melakukan sosialisasi empat pilar di Insana Utara, TTU.

Paul Liyanto sapaan karibnya, dalam paparannya mengemukakan, kegiatan sosialisasi empat pilar yang digelar, sebagai upaya terus menyegarkan pikiran masyarakat Indonesia, termasuk warga Insana Utara, terkait Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Dikatakan, negara Indonesia, dalam beberapa waktu terakhir, mulai mendapat cobaan dimana, ada pihak tertentu yang ingin merubah ideologi negara. Namun dirinya yakin, Pancasila sebagai ideologi negara akan tetap kokoh. Dia meminta masyarakat untuk tetap menghayati dan mengamalkan dalam kehidupan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia tanpa terkecuali.

“Kita harus hayati dan amalkan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 sebagai konstitusi negara, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sebagai bentuk negara, juga Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi semboyan Bangsa Indonesia. Ini merupakan empat pilar kebangsaan yang harus tetap kokoh dan eksis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ungkapnya.

Anggota MPR RI dua periode itu menambahkan, masyarakat bangsa Indonesia pantas berbangga, karena menjadi satu-satunya negara yang memiliki keragaman dalam berbagai hal, baik itu, suku, ras, agama dan budaya. “Sayangnya, kini bangsa lagi diuji soal nasionalisme dan pertentangan SARA diantara anak bangsa,” bilang Paul Liyanto.

Sosialisasi empat pilar.

Sosialisasi empat pilar.

Pada kesempatan itu, dia mengingatkan semua masyarakat, untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang sangat dicintai. “NKRI harga mati. Kita harus pertahankan,” tegasnya.

Baca Juga :   Servas Manek: Pengalihan Dukungan Adalah Keputusan Saya dan Tim

Perbedaan urai dia, tidak boleh dipersoalkan dan diperdebatkan. Namun perlu dijadikan kekayaan yang tak ternilai harganya. “Konflik hanya akan merugikan kita sendiri sebagai anak bangsa. Mari bersatu dibawah naungan NKRI,” tuturnya.

Semua anak bangsa paparnya, berada dalam naungan NKRI, dan perlu bersatu membangun bangsa, menuju kemajuan dan kesejahteraan masyarakat seutuhnya. (fed)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top