RAGAM

Pembangunan Infrastruktur Jalan di Rinhat 33,5 KM

BETUN, Kilastimor.com-Pembangunan infrastruktur jalan di Kecamatan Rinhat tahun 2016 sepanjang 33,5 km. Dari total itu sepanjang 19 Km dibangun jalan hotmix dan sisa dari itu lapen. Selain jalan, tahun ini juga pemerintah membangun jembatan sepanjang 20 meter di Wekeke dan satu buah embung sedang di Desa Raisamane. Sumber pendanaan pembangunan itu dari dana DAK dan APBD Kabupaten Malaka. Pembangunan ruas jalan itu untuk menjawab persoalan dan kebutuhan warga Kecamatan Rinhat akan jalan yang berkelayakan. Hal itu disampaikan Kabag Pembangunan Setda Malaka, Martinus Bere kepada wartawan disela acara kunjungan Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran ke Kecamatan Rinhat, Rabu (24/11/2016).

Martinus Bere

Martinus Bere

Manjo sapaan karibnya mengatakan, eksekusi program pembangunan jalan dan jembatan diwilayah Kecamatan Rinhat merupakan implementasi dari perencanaan dinas teknis yang disesuaikan dengan lima program prioritas Bupati sesuai RPMJD dan kebutuhan masyarakat setempat.

Diuraikan, khususnya untuk pembangunan jalan hotmix dilakukan pada ruas jalan Weliman-Biudukfoho sepanjang 9,5 km dan ruas jalan Biudukfoho-Wekeke sepanjang 9,5 km. Sementara itu untuk lapen ada pada jalan lingkar Ibu Kota Kecamatan Rinhat sepanjang 1 km, pembangunan ruas jalan Webetun-Oekmurak sepanjang 8,5 km, ruas jalan Halioan-Boni sepanjang 3 km dan ruas jalan Kamaradak-Nanebot sepanjang 2 km. Pemerintah juga membangun jembatan Wekeke sepanjang 20 meter dan embung ukuran sedang di Raisamane sebanyak 1 buah.

Baca Juga :   Banyak Kepala Desa di Malaka Acuh Tak Acuh dalam Pertanggungjawaban Keuangan

Kalau semuanya tuntas, maka pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan sudah bisa menjawab kebutuhan warga Kecamatan Rinhat terutama untuk membuka isolasi geografis yang selama ini menjadi persoalan di Kecamatan Rinhat. Sesuai arahan Bupati bahwa perencanaan itu harus dibuat sungguh sungguh dan harus menjawab persoalan dan menyelesaikan apa yang menjadi kebutuhan warga. Itu sudah dilakukan dan Kecamatan Rinhat bisa dijadikan model pembangunan kedepan.

Khususnya dalam pembangunan infrastruktur jalan di Malaka, Bupati sudah mengingatkan dan meminta agar pembangunan itu dilaksanakan prototipe. Kita sudah memiliki buku putih tentang pembangunan jalan di Malaka lima tahun kedepan. Kalau kita mau bangun jalan sudah ada buku putihnya sehingga tiap tahun kita tinggal bangun. Itu arahan Bupati kepada semua dinas teknis yang membidangi pembangunan infrastruktur.

Salah satu masalah yang perlu diperhatikan kedepan sesuai arahan Bupati adalah pembangunan jalan itu harus dilengkapi talud dan saluran. Itu standard mutu pekerjaan jalan di Malaka yang harus diperhatikan. Bupati sudah minta supaya kita kumpulkan semua perencana untuk menyampaikan hal itu. Kalau toh dalam tahun 2016 ada pembangunan ruas jalan yang belum dilengkapi talud dan saluran maka harus dianggarkan dan dituntaskan pada tahun 2017. Itu Perintah Bupati dan harus dijalankan semua instansi teknis. (boni).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top