RAGAM

Pembangunan MA Kejuruan di Manleten Tanggung Jawab Kemenag untuk Clearkan

ATAMBUA, Kilastimor.com-Penolakan terhadap pembangunan Madrasah Aliyah Kejuruan Negeri di Boraktetuk, Manleten, Tastim terus berlanjut.
Pembangunan sekolah tersebut dinilai tidak diketahui masyarakat dan tidak berdampak bagi masyarakat, mendapat sorotan dari DPRD Belu.

Willybrodus Lay

Willybrodus Lay

DPRD Belu kemudian menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Peserta Aksi Penyegelan Bangunan Liar dari Aliansi Rakyat Cinta Damai bersama Bupati Belu, Willybrodus Lay serta Kapolres Belu, AKBP Mikhael Ken Lingga, Rabu (9/11) di gedung DPRD Belu.

Bupati Belu, Willy Lay dihadapan DPRD Belu secara tegas mengatakan bahwa, proyek ini direncanakan jauh sebelum dirinya menjadi Bupati Belu, dan setelah beberapa bulan dilantik jadi bupati, Dirjen Bimas Agama Islam dari Kemenag RI beserta rombongan datang melapor bahwa akan dibangun sebuah Madrasah d Belu dengan dana APBN senilai Rp. 1,9 miliar lebih.

Kementerian Agama RI bersama jajarannya adalah pihak yang paling bertanggungjawab dalam mengclearkan persoalan ini.

Terpisah, Koordinator Aliansi Rakyat Cinta Damai, Ferdy Bae menegaskan, pihaknya mempertanyakn prosedur pembangunan Madrasah Aliyah Kejuruan Negeri di Desa Manleten, Belu. “Kami merasa pihak Kementerian Agama RI dengan semua pihak terkait, sangat tdk peka dan terkesan tertutup dalam mengeksekusi pembangunan MA ini di Belu,” terang dia.

Pihaknya kuatir jika hal ini tidak segera direspon dengan cepat, transparan dan tepat oleh smua pihak terkait, maka sangat berpotensi menimbulkan konflik horisntl di masyarakat akar rumput. “Hal ini sangat tidak kami harapkan. Semoga hal ini menjadi pmbelajaran berharga bagi semua pihak baik daerah maupun pusat kedepan. Kami warga belu tidak alergi dengan program pemerintah yang penting harus mengedepankan komunikasi serta memperhatikn budaya juga kearifan lokal di Belu,” paparnya.

Baca Juga :   TULUS Bertekad Lawan Kemiskinan Masyarakat Malaka

Aliansi bilangnya, akan tetap menolak pembangunan MA Kejuruan di Manleten, sebab tidak memberi manfaat bagi masyarakat Manleten dan Belu pada umumnya. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top