RAGAM

Peringatan Hari Pahlawan. “Kobarkan Semangat Kebangsaan dan Cinta Tanah Air”

ATAMBUA, Kilastimor.com-Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Momen peringatan hari pahlawan diharapkan dapat lebih membangkitkan semangat kebangsaan, menumbuh kembangkan nilai-nilai kepahlawanan serta meningkatkan kecintaan kepada tanah air dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Hal itu disampaikan Dandim 1605/Belu, Letkol. CZI Nurhidin Ady Nugroho selaku Irup pada peringatan Hari Pahlawan bertempat di lapangan umum Atambua, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste, Kamis (10/11/2016).

Forkopimda pose bersama usai upacara hari Pahlawan.

Forkopimda pose bersama usai upacara hari Pahlawan.

Dikatakan, setiap tanggal 10 November, bangsa Indonesia memperingati hari pahlawan sebagai momen reflektif untuk memberi makna atas pengorbanan para pahlawan kusuma bangsa dengan menyalakan jiwa kepahlawanan dalam perjuangan mengisi kemerdekaan.

Peristiwa tersebut memberi kita pelajaran moral bahwa warisan terbaik para pahlawan bangsa bukanlah politik ketakutan, melainkan politik harapan. Bahwa seberat apapun tantangan yang dihadapi dan keterbatasan yang ada tidak akan menyurutkan semangat perjuangan.

“Peringatan hari pahlawan harus mampu menggali apinya, bukan apinya. Semangat rela berjuang, berjuang mati-matian dengan penuh idealisme dengan mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi. Semangat kepahlawanan adalah semangat persatuan, membentuk dan membangun negara yang bulat mutlak tanpa mengecualikan sesuatu golongan dan lapisan,” ujar Nurhidin.

Diharapkan, gerakan revolusi mental bisa mendorong gerakan hidup baru dalam bentuk, perombakan cara berpikir, cara kerja, cara hidup yang merintangi kemajuan. Peningkatan dan pembangunan cara berpikir, cara kerja dan cara hidup yang baik. Singkat kata, gerakan hidup baru yakni gerakan revolusi mental untuk menggembleng manusia Indonesia jadi manusia baru, yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat rajawali, berjiwa api menyala-nyala.
“Itulah jiwa patriotisme progresif yang harus kita kobarkan dalam menghadapi tantangan dan persoalan pembangunan hari ini,” ucap dia.

Baca Juga :   Majelis Adat Perlu Dibentuk untuk Realisasikan Insentif bagi Fukun

Melalui momentum peringatan hari pahlawan ini, kita dapat mengambil makna yang terkandung didalamnya dengan meneladani nilai-nilai luhur yang diwariskan kepada kita semua seperti taqwa kepada TYME, pantang menyerah, jujur dan adil, percaya kepada kemampuan sendiri serta kerja keras bangun Indonesia yang sejahtera sebagaiman cita-cita para pahlawan bangsa.

Dengan tekad dan ketulusan sergahnya, untuk bersama-sama saling bahu-membahu dan dilandasi oleh makna dan nilai integritas, etos kerja dan gotong royong maka saya yakin bangsa Indonesia dapat mengatasi berbagai permasalahan yang melanda dan dapat jadi bangsa pemenang mampu bersaing dengan negara lain.

“Hal ini sejalan dengan tema peringatan hari pahlawan yakni satukan langkah untuk negeri. Tema ini mengandung pesan bagi kita semua untuk bersatu dalam kebersamaan dan kebersamaan dalam persatuan untuk mewujudkan negeri yang kita cintai ini,” tandas Nurhidin.

Hadir pada kesempatan itu, Sekda Belu, Pimpinan Forkompinda Belu, Pimpinan SKPD Belu, Kasdim 1605/Belu, Wakapolres Belu, para Perwiran jajaran Kodim dan Polres, Dansatgas Yonif Raider 641/BRU. Adapun pasukan upacara hari pahlawan dari Anggota Kodim 1605/Belu, Sub Denpom Atambua, Yonif Raidersus 744/SYB, Yonif Raider 641/Bru, Polres Belu, Sat Pol PP, Korpri, Akper, Pelajar SMA dan SMP Kota Atambua. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top