RAGAM

Pilkades Serentak Dipastikan 9 Desember Nanti

BETUN, Kilastimor.com-Peilkades serentak pada 70 desa di Kabupaten Malaka akan digelar 9 Desember mendatang. Pemda Malaka tengah berkerja agar sesuai dengan jadwal yang diagendakan, agar semua proses dapat terselesaikan tahun ini. Hasil tes tertulis dan wawancara bagi balon kades bila malam ini atau besok diterima, maka segera ditanda tangani agar dikembalikan ke desa untuk diproses lebih lanjut.
Hal itu disampaikan Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran disela acara pemantauan pengerjaan infrastruktur jalan dan jembatan di Desa Bo’en-Kecamatan Rinhat, Rabu (23/11/2016).

Stefanus Bria Seran

Stefanus Bria Seran

Bria Seran mengatakan pemerintah sangat mendukung agar proses pelaksanaan pilkades serentak perdana di Malaka bagi 70 desa dapat berjalan sesuai rencana dan tahapan yang sudah direncanakan. “Kita agendakan pelaksanaan pilkades serentak tahun 2016 digelar tepat tanggal 9 desember mendatang,” bilang dia.

Pemerintah melalui BPMPD sudah merencanakan dengan baik jadwal dan tahapan-tahapan yang dilalui dan sampai saat ini cukup kondusif dan bisa dilaksanakan sesuai jadwal dan tahapan.
Mengenai penetapan calon tetap kades, Bupati belum menerima dan membaca dokumen yang dikirim dari dinas teknis. “Nanti kita lihat, kalau malam ini atau besok pagi dokumen itu sudah ada dan dibaca maka Bupati segera menandatanganinya. “Kalau sudah ada malam ini saya akan langsung tanda tangan. Kalau besok baru dapat dan dibacapun Bupati langsung tanda tangan supaya mempercepat semua proses,” terangnya.

Baca Juga :   Antisipasi Masuknya Narkoba Melalui Perbatasan RI-RDTL, Pemerintah Bangun BND

Menurut Bria Seran, hasil tes tertulis dan wawancara bagi balon desa sebelumnya dibahas tim-10 dan tim-5. Kalau mereka sudah bahas tentu Bupati hanya menindaklanjuti saja dengan tanda tangan karena tim yang dibentuk sudah membahas hasil tes dimaksud. (boni).

Warga Bo’en –Tafuli Dukung Pembangunan Ruas Jalan Biuduk-Wekeke

Warga dua desa di Kecamatan Rinhat yakni desa Bo’en dan desa Tafuli sangat mendukung pembangunan jalan Hotmix yang dikerjakan pemerintah. Warga kedua desa itu sangat mendukung dengan merelakan tanaman pohon kelapa dan kemiri miliknya ditebang guna pembangunan dan perluasan jalan dimaksud. Warga disini sangat bangga dengan pembangunan jalan itu walau tanaman produktifnya tergusur akibat perluasan jalan itu. Kami orang tua disini bersama seluruh masyarakat merelakan semuanya tanpa menuntut ganti rugi asalkan pembangunan jalan hotmix yang sementara dikerjakan dapat berjalan lancar dan tuntas. Hal itu disampaikan kades Bo’en, Yonahes Kefi Tafuli, S.Pd kepada wartawan disela acara pertemuan warga kedua desa berama Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran bersama rombongan eksekutif di dusun Oenunuh-Desa Bo’en-Kecamatan Rinhat, Rabu (23/11-2016).

Tafuli mengatakan pembangunan jalan hotmix yang dikerjakan pemkab Malaka merupakan rencana yang sangat hebat dan diluar pemikiran warga tiga desa. “ Sejak Indonesia Merdeka hingga saat ini kami tidak melihat ada pembangunan satu meter aspalpun di desa Bo’en –Tafuli-Wekeke. Tapi pada tahun 2016 kami bisa melihatnya walau masih tahap pembangunan. Itu mimpi yang jadi kenyataan. Ada orang tua disini yang mengatakan sangat bahagia karena sebelum meninggal sudah melihat dan menikmati jalan hotmix yang dibangun pemerintah”

Baca Juga :   Anies Baswedan: Kita Apresiasi Pak Jefri yang Getol Perjuangkan Pendidikan di NTT

“Tiga desa dibawah sini adalah desa yang sangat terisolasi dan jalan yang sementara dibangun dikenal dengan ‘ jalur maut’ karena setiap tahunnya ada saja korban yang jatuh saat berkendaraan ke pusat Kecamatan di Biudukfoho untuk berbelanja di pasar atau urusan dinas di Kantor Camat. Kalau jalan disini sudah dibangun dengan hotmix maka kami sudah merdeka dari aspek transportasi. Kami bisa menjual hasil pertanian, ternak dan hasil hutan di Betun dengan biaya transpoortasi yang dijangkau masyarakat. Kehidupan disini pasti berubah dengan pembangunan jalan itu”

“Kami berterima kasih kepada Bupati dan wakil Bupati Malaka, SBS-DA karena benar-benar menepati janjinya saat kampanye mengatakan jika terpilih akan membangun ruas jalan ini dengan aspal. Kami bersyukur karena jalan yang dibangun itu bukan dengan lapen tetapi langsung hotmix. Ini sangat hebat dan pembangunan jalan itu sangat memotivasi warga agar membangun desanya karena sudah memiliki jalan yang bagus”

Pembangunan lapen Biudukfoho-Wekeke memberikan dampak yang sangat besar bagi pembangunan dikawasan ini. Kita terletak dikawasan perbatasan dengan TTS dan TTU. Kalau mau ke TTU kita tinggal hanya menyeberang kali dan masuk di wilayah desa Maurisu –Kabupaten TTU. Kita juga berbatasan dengan Kabupaten TTS sehingga dengan pembangunan ruas jalan ini sangat berdampak bagi arus transportasi barang dan orang dari Malaka ke Kupang melalui jalur tengah yakni Betun-Biudukfoho-Tafuli-Bo’en – TTS keluar di Oinlasi baru ke Kupang. Kita yakin perkembangan di wilayah ini akan lebih baik dan cepat karena arus keluar masuk barang dan orang bisa lancar dan cepat. Terima kasih Pemda Malaka, terima kasih Bria Seran-Asa ( boni)

Baca Juga :   Warga Manleten, Belu, Tolak Pembangunan Madrasah Aliyah Kejuruan
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top