RAGAM

Rumah Adat Harus jadi Destinasi Pariwisata Budaya

BETUN, Kilastimor.com-Rumah adat di Malaka harus diperhatikan dan ditata agar menjadi wahana dan sarana pariwisata yang layak dikunjungi di Kabupaten Malaka. Untuk itu, pemerintah mendorong revitalisasi budaya dan pembangunan rumah-rumah adat diberbagai kecamatan agar ditata secara baik, natural dan memperhatikan keaslian rumah adat itu sendiri.
Sesuai peruntukannya, rumah adat juga harus jadi sarana berkumpulnya keluarga dalam komunitas masyarakat adat yang bersangkutan dan menjadi sarana pengembangan nilai yang bermanfaat bagi generasi penerus. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Malaka, Daniel Asa disela acara Pengresmian Rumah Adat Ne’Ne’ di Bene-Bene-Kecamatan Botin Leobele-Kabupaten Malaka, belum lama ini.

Daniel Asa

Daniel Asa

Daniel mengatakan, setiap rumah adat di Malaka selama ini menjadi sarana berkumpul keluarga untuk pelaksanaan kegiatan-kegiatan ritual adat yang dihadiri seluruh komunitas masyarakat adat yang bersangkutan. Itu berarti, ada nilai-nilai baik yang harus dijaga seperti nilai kebersamaan, kegotong royongan dan kekeluargaan. Melalui rumah adat itu seluruh rumpun keluarga bisa berkumpul dan bersatu untuk membangun dalam semangat kebersamaan dan keleuargaan. Itu nilai yang anut dan miliki bersama.

Pada kesempatan itu, dia meminta komunitas masyarakat adat, supaya Bene-Bene dijadikan perkampungan adat karena disana ada beberapa rumah adat besar dan Sonaf Tahab. “Kita harapkan ada penataan yang baik didalam pembangunan rumah-rumah adat itu. Kalau bisa dijadikan perkampungan adat sehingga hanya terlihat pembangunan yang bernuansa adat. Jangan bangun rumah tembok didalam perkampungan adat itu, karena kita mempertahankan nuansa original dari keberadaan rumah adat,” pinta dia.

Baca Juga :   Warga Kletek dan Suai Gelar Ritual Perdamaian Manusia dan Buaya

Dikemukakan, Bupati dalam berbagai kesempatan menyampaikan agar m asyarakat Malaka tetap mempertahankan keberadaan rumah-rumah adat, dan menjaga serta melestarikan nilai-nilai budaya yang ada agar tidak terkikis arus globalisasi. Pemerintah Daerah Kabupaten Malaka memiliki perhatian besar untuk pengembangan rumah adat kedepan. “Bupati dalam berbagai kesempatan sudah menyampaikan signal untuk memperhatikan rumah-rumah adat di Malaka. Yang jelas kedepan akan dilakukan pemetaan apa yang bisa dilakukan pemerintah dan apa yang perlu dilakukan komunitas masyarakat adat terkait rumah-rumah adat itu,” timpalnya.

Yang jelas pemerintah memiliki perhatian besar untuk persoalan adat di Malaka, karena menjadi aset secara turun temurun. “Kita bisa seting agar keberadaan rumah adat bukan hanya menjadi sarana berkumpul keluarga tetapi harus bisa menjadi salah satu destinasi wisata budaya di Kabupaten Malaka. Pemerintah bisa mengambil peran memperbaiki infrastruktur jalan dan penyediaan sarana yang memadai diwilayah rumah adat yang bersangkutan, agar bisa memberikan kenyamanan bagi warga yang berkunjung. Sementara itu komunitas masyarakat adat yang bersangkutan perlu berbenah dan menyiapkan berbagai acara ritual adat yang menarik, dengan aneka kegiatan yang bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik dan manca negara,” tutupnya. (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top