EKONOMI

SBS: Daerah Subur, Pertanian Harus jadi Primadona di Malaka

BETUN, Kilastimor.com-Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran meminta warga Malaka mencintai pertanian. Pasalanya, tanah Malaka adalah tanah yang paling subur dan luas sehingga bisa memberikan penghidupan bagi masyarakat Malaka. Kesadaran itu harus dibangun bersama untuk memanfaatkan potensi luas lahan yang subur guna memenuhi kebutuhan hidup.

“Kita upayakan supaya tidak kekurangan makan. Kalau sudah surplus kita bisa jual untuk memenuhi kebutuhan orang lain,” Hal itu disampaikan Bria Seran usai menunjukkan cara mengolah tanah yang baik dengan sarana traktor di Desa Wekmurak-Kecamatan Rinhat, Rabu (23/11-2016).

Bupati Malaka kemudikan traktor untuk mengolah lahan pertanian di Wekmurak.

Bupati Malaka kemudikan traktor untuk mengolah lahan pertanian di Wekmurak.

Kesadaran ini paparnya, perlu dibangun bersama bahwa Malaka kaya akan lahan yang subur. Untuk daratan Timor Kabupaten Malaka memiliki lahan tersubur karena endapan sungai Benenain dari beberapa Kabupaten di Timor turun ke Malaka setiap tahun. Itu anugerah Tuhan yang harus disyukuri. “Tanah kita adalah tanah yang subur sehingga sudah sewajarnya kita olah dan tanam dengan bibit yang unggul. Pemerintah siap menfasilitasi rakyat agar memanfaatkan potensi luas lahan itu dengan baik,” ungkapnya.

Melalui program unggulan RPM sesungguhnya pemerintah mau memberikan penyadaran bahwa Malaka memiliki lahan yang subur dan luas. Pemerintah harus bisa memfasilitasi rakyat untuk hidup. Supaya semua lahan dimanfaatkan dan diolah maka pemerintah menyediakan traktor lahan kering, traktor lahan basah, benih unggul, pupuk dan obat-obatan. Rakyat harus melihat peluang ini untuk melakukan penataan dan bekerja memenuhi kebutuhan hidupnya akan pangan. Silahkan tanam apa saja asalkan lahan jangan dibiarkan terlantar.

Baca Juga :   PSI Siap Menangkan Pileg 2019 di Malaka

“Kita harus bangga bahwa leluhur orang Malaka bisa sekolahkan anak melalui hasil pertanian. Walau dengan pertanian tradisional namun mereka mampu menyekolahkan anaknya hingga sarjana. Kita saat ini harus bisa lebih dari itu. Banyak sarana dan teknologi pertanian yang membantu usaha kita dibidang pertanian,” katanya.

“Kita harus bekerja, bekerja dan bekerja. Kita perlu manfaatkan peluang itu untuk hidup. Kita upayakan supaya menanam sebanyak mungkin pada lahan yang diiliki supaya kita jangan kekurangan makan. Kalau produksi makanan kita surplus baru kita pikirkan bagaimana memasarkannya. Intinya, kita jangan lapar karena lahan kita subur dan luas,” pungkas dia, (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top