RAGAM

SD GMIT Uitao Terancam Ditutup, Warga Tolak Pendirian SD di Sialain, Semau

OELAMASI, Kilastimor.com-SD GMIT Uitao, merupakan sekolah induk di desa Uitao, Kecamatan Semau, yang terancam ditutup, setelah dipastikan akan dibangun SDN di Dusun Sialain.
Seperti ditelusuri kilastimor.com dan berdasarkan informasi yang dikumpulkan, rencananya pada kamis (10/11) mendatang, rencananya Sekda Kabupaten Kupang, Hendrik Paut, akan meresmikan sekolah baru ini. Namun rencana peresmian itu batal dilakukan.

Inilah SD GMIT Uitao, Semau Kabupaten Kupang.

Inilah SD GMIT Uitao, Semau Kabupaten Kupang.

Eny Bissilisin, tokoh perempuan GMIT di desa Uitao dan pemerhati pendidikan di Desa Uitao, ketika ditemui membenar informasi soal rencana pendirian SD tersebut. Tetapi dirinya menyayangkan karena sekolah tersebut didirikan atas inisiatif Kepala UPTD Herman Nggili dan bawahannya Paulus Mbeo. Menurut Eny, secara sepihak Herman dan Sekda telah melakukan sosialisasi pada 8 Oktober yang lalu di masyarakat Dusun Sialain, tanpa sepengetahuan warga dusun yang lain.

Sebagai masyarakat, Eny mengaku menolak upaya pembangunan SD tersebut, karena dinilai sebagai upaya pemenuhan kepentingan politik segelintir pejabat di Kabupaten Kupang dan mengancam ditutupnya SD GMIT Uitao. Dirinya menyampaikan hal ini karena menurutnya, pendirian SD tersebut seperti dipaksakan.

“Logikanya, di satu desa apakah bisa ada dua SD sekaligus. Kemudian, rombongan belajar saja belum jelas, belum lagi jarak dari SD induk ke SD tersebut hanya berjarak 1 km dan setahu saya, harus berjarak minimal 3 km. Selain itu, setahu saya untuk mendirikan sekolah itu awal tahun ajaran, yakni bulan Juni dan Juli, atau sebelumnya, ini kita resmikan bulan November, sekolah apa model seperti ini. Saya sebagai masyarakat sangat menyayangkan hal ini, karena ini terkesan pemenuhan kepentingan politik semata di kabupaten Kupang pada 2017 mendatang,” ungkap Eny.

Baca Juga :   SBS-DA -TABE Berbagi di Laenmanen, Paket Tulus Bayangi

Eny menambahkan, jika SD tersebut berdiri, maka SDG Uitao sendiri akan terancam tutup, karena sekolah tersebut selama ini, siswanya lebih banyak datang dari Dusun Sialain (dusun, rencana pendirian SD baru.red). Eny berharap, pihak Pemerintah kabupaten Kupang harus menyikapi hal ini. Sehingga tidak mengorbankan masyarakat dan SD GMIT Uitao.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDG Uitao, Lodya Manafe, ketika dikonfirmasi hal tersebut, dirinya membenarkan hal tersebut. Lodya mengisahkan tanggal 13 Oktober lalu, pengawas datang sekolah, dari UPTD Dinas Pendidikan Semau, Paulus Mbeo, dan memerintahkan dirinya untuk menerbitkan SK pendirian SD di dusun Sialain. Hal ini menurutnya, atas instruksi kepala UPTD, Herman Nggili. Lodya mengaku mendapat perintah demikian, dirinya menolak, dengan alasan tidak mendapatkan instruksi langsung dari dinas, bahkan selama ini belum pernah dibicarakan sama sekali.

Lodya mengisahkan, pada tanggal 8 Oktober lalu, dirinya diundang untuk mengikuti sosialisasi pendirian SD di Sialain, tetapi ditunda hingga 21 Oktober. Lodya mengaku, walaupun diundang dirinya tidak hadir, karena waktu yang bersamaan, dirinya menyelesaikan beberapa urusan kedinasan di Oelamasi.

Lodya menambahkan, Senin (7/11), dirinya didatangi oleh tiga orang tokoh masyarakat dari dusun Sialain, yakni Yos Hun, Otniel Nalenan dan Yohanes Nalenan.
. Lodya mengaku, dirinya telah melakukan konfirmasi langsung dengan Bupati Kupang, Ayub Titu Eki. Bupati sendiri tidak setuju adanya pendirian SD tersebut. Bupati juga menginstruksikan untuk tidak dibangun sekolah negeri pada tempat tersebut.

Baca Juga :   Nama RSPP Betun Tetap Dipertahankan

Dia berharap, persoalan ini secepatnya diselesaikan, agar tidak menimbulkan masalah baru bagi masyarakat setempat. (qrs)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top