RAGAM

Sekda Malaka: Soal Calon Kades, Kita Tunggu Keputusan Bupati

BETUN, Kilastimor.com-Penetapan calon kepala desa yang akan mengikuti pilkades serentak Desember mendatang masih menunggu tanda tangan Bupati. Tim sepuluh dan tim lima sudah menyelesaikan pekerjaannya dan hasilnya saat ini sudah di meja Bupati. Kalau Bupati sudah menandatangani maka hasilnya akan dikembalikan ke desa guna dilakukan proses lebih lanjut oleh masing-masing panitia Pilkades.
Hal itu disampaikan Sekda Malaka, Donatus Bere disela acara perayaan puncak HKN Kabupaten Malaka di Betun, Kamis (17/11/2016).

Donatus Bere

Donatus Bere

Bere mengatakan, pihaknya sudah melewati berbagai tahapan dan proses. Hasil ujian tertulis dan wawancara sudah dirapatkan tim 10 dan tim lima yang dibentuk. Pekerjaaannya sudah rampung dan hasil kerja itu sudah dinaikkan ke Bupati Malaka guna mendapatkan persetujuan. Tadi dokumennya baru dinaikkan ke Bupati dan pihaknya menunggu saja kalau sudah disetujui maka bisa diproses lebih lanjut.

Yang jelas, pihaknya sudah bekerja optimal dan proses seleksi yang dilakukan juga dilakukan secara transparan dan independen. “Kita tidak mau berjudi soal pilkades karena hasilnya diharapkan mampu membawa perubahan di desa setelah terpilih kelak. Pelaksanaan tes tertulis dan wawancara bagi bakal calon kepala desa merupakan terobosan yang dilakukan pemerintah untuk mencari kader-kader dan calon kades yang berlualitas agar mampu memimpin desa kedepan,’ jelasnya.

Kompetensi seorang kades dan kualitas figur bilangnya, harus dipertimbangkan karena sudah menjadi tuntutan dan kebutuhan saat ini. Sesuai arahan Bupati, supaya harus meletakkan dasar dan fondasi yang kokoh terkait pelaksanaan pilkades. “Kita harus menjaring calon kades yang berkualitas karena tantangan kita kedepan sangat banyak terutama didalam mempertahankan kabupaten kita yang baru definitif.
Semua di Malaka kita masih memiliki hubungan keluarga, namun didalam proses pilkades kita harus memperhatikan kualitas figur agar setelah terpilih bisa menjalankan roda pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Kita harus memilih dari yang terbaik supaya desa itu bisa maju,” ungkapnya.

Baca Juga :   Sukseskan ETMC 2019, Bupati Malaka Memilih Berkantor di Lapangan

Tantangan kedepan, pengelolaan ADD menjadi persoalan sendiri yang harus dipikirkan. Untuk saat ini setiap desa setiap tahunnya mengelola ADD kurang lebih Rp 1 miliar. Oleh karena itu harus dipilih kades yang mengetahui bagaimana mengelola keuangan desa. “Kita harapkan keuangan desa itu bisa dimanfaatkan secara baik dan optimal untuk percepatan kesejaheraan rakyat. Hal itu hanya bisa dicapai bila kita memiliki kepala desa yang pintar, cerdas, visibel dan memiliki pengetahuan serta kompetensi yang luas,” tuntasnya. (boni).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top