RAGAM

1.287 Hektare Lahan RPM Siap Ditanami

BETUN, Kilastimor.com-Pemerintah Daerah Kabupaten Malaka siap menghadapi musim tanam I (MT I) tahun 2016/2017. Persiapan lahan untuk pelaksanaan program revolusi pertanian Malaka sampai dengan hari ini sudah mencapai 1.287, 27 hektar baik lahan basah maupun kering. Melalui program UPSUS lahan siap tanam sudah mencapai 18.127 hektar.
Selain lahan, benih jagung persiapannya sudah 50 persen dan benih padi 60 persen. Pengolahan lahan basah menunggu hujan turun karena debit air saat ini sangat sedikit dan mengalami penurunan. Hal itu disampaikan Kadis Pertanian Malaka, Yustinus Nahak kepada wartawan di Betun, Kamis (15/12/2016).

Yustinus Nahak

Yustinus Nahak

Yustinus kepada wartawan mengatakan, secara keseluruhan pemerintah sesuai kewenangannya sudah menyiapkan segala sesuatunya terkait MT I tahun ini sehingga tidak ada kendala memberikan pelayanan kepada petani.

Lahan RPM yang sedianya mau diolah sesuai perencanaan sebesar 448 ha saat ini sudah melampaui target yakni 587, 27 hektar. Sementara itu lahan yang disediakan masyarakat secara swadaya yang disebut UPSUS sesuai data yang masuk sudah mencapai 18.127 ha dan siap tanam pada MT 1.

Khususnya terkait ketersediaan pupuk, Yustinus mengatakan pemerintah menyiapkan dan mendatangkan dari Kalimantan dari PT. Pupuk Kaltim. Khususnya untuk program RPM tahun ini pemerintah menyediakan pupuk sebanyak 5 ribu ton dan bila ditambah dengan program UPSUS maka harus dediakan ‎pupuk sebanyak 15 ribu ton. “Yang jelas secara administrasi kita sudah siapkan RDKK dan sudah diserahkan ke provinsi dan PT. Pupuk Kaltim akan melakukan pendropingannya. Kita harapkan dalam waktu dekat dalam bulan ini pendropingannya sudah tiba di Malaka,” katanya.

Baca Juga :   Sukseskan GKH, Wali Kota Kupang Gandeng Member Group WA Keluhan Warga dan Mahasiswa Lakukan Penghijauan

Khususnya pengolahan lahan basah dalam program RPM, tahun ini sudah disiapkan lahan sebesar 750 ha dan menunggu musim penghujan baru dilakukan pengolahan lahan. Menurut Yustinus, pihaknya akan melakukan pengolahan lahan secara serentak sehingga penanamannya juga bisa dilakukan secara serentak. “Kalau dilihat dari ketersediaan hand traktor memang masih mengalami kekurangan, tetapi hal itu bisa diakali dengan memberdayakan semua traktor kelompok yang menyebar diberbagai desa karena jarak dan lokasi sawah saling berdekatan satu sama lain.

Yustinus mengharapkan sikap proaktif petani melakukan koordinasi dengan petugas yang tersebar di desa agar bisa terjalan kerja sama yang baik terkait pelaksanaan program RPM dan UPSUS tahun ini (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top