RAGAM

161 Pendamping Program Sari Tani TTU Ikut Pelatihan Tahap II. Angka Kemiskinan di TTU Turun

KEFAMENANU, Kilastimor.com-Guna menyukseskan terlaksananya Program Sari Tani Menuju Pensiun Petani sebagaimana termuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten TTU, dibawa kepemimpinan Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes dan Wakil Bupati TTU, Aloysius Kobes periode 2016-2021, 161 pendamping program Sari Tani untuk 23 desa, mengikuti pelatihan yang digelar, Rabu (14/12), bertempat di Aula Hotel Frawijaya Kefamenanu. Pelatihan itu diberikan oleh BPMD TTU.

Inilah para pemdamping desa yang mengikuti pelatihan.

Inilah para pemdamping desa yang mengikuti pelatihan.

Kepala BPMPD TTU, Robertus Nahas saat dikonfirmasi kilastimor.com menyampaikan, pelatihan tahap Desember 2016 merupakan pelatian tahap kedua untuk program Sari Tani.
Tujuan dari pelathan ini yakni memberikan pemahaman yang utuh tentang tupoksi Pendamping Kelompok Masyarakat (PKM), Unit Pengelolah Sari Tani (UPST), Kepala Desa dan Badan Permusyawaratan Desa dalam pelaksanaan Program Sari Tani. “Ini dalam rangka mensosialisasikan, menyatukan persepsi dan pemahaman menyangkut program Sari Tani dan teknis pelaksanaan serta memperkuat kelembagaan Desa,” katanya.

Lanjut Nahas, salah satu upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten TTU,maka dibuatkan program Sari Tani yang dicanangkan dalam masa kepemimpinan Bupati TTU. Sejak program ini mulai dilaksanakan pada tahun 2012 lalu, program Sari Tani berdampak positif, yakni tren angka kemiskinan menurun ditahun 2014 yakni 34,19 persen. Dan diyakini dengan dukungan sektor dan program pro rakyat lainnya seperti Program Bedah Rumah Layak Huni (Program BERARTI), kedepan angka kemiskinan di Kabupaten TTU akan menurun cukup tajam.

Baca Juga :   Perayaan HUT RI di Kobalima Harus Meriah

Ada beberapa program pokok dari program sari tani diantaranya, perikanan, pertanian dan peternakan yang didampingi oleh tenaga-tenaga terampil diantaranya lulusan sarjana pertanian, peternakan dan perikanan.

“Kita berharap, lewat kegiatan ini, bisa melahirkan tenaga-tenaga pendamping yang kompeten, untuk mengimplementsikan program ini dan menyentuh kebutuhan masyarakat desa,”.tandas Nahas. (jos)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top