RAGAM

67 Desa Dipastikan Gelar Pilkades Serentak. Ini Tiga Desa yang Ditunda Pilkadesnya.

BETUN, Kilastimor.com-Sebanyak 70 desa yang direncanakan melangsungkan pilkades serentak tahun 2016 di Malaka. Namun pada akhirnya, dipastikan hanya 67 yang dapat melaksanakan pilkades serentak. Dua lainnya masing-masing Desa Naibone di Kecamatan Sasitamean dan Bisesmus di Kecamatan Laenmanen, dipastikan ditunda pilkades, karena tidak memenuhi persyaratan.
Sementara itu satu desa lainnya, Nanebot di Kecamatan Rinhat masih belum ada kepastian, karena hingga berita ini diturunkan BPMPD Malaka belum menerina SK Penetapan dari BPD setempat. Namun BPMPD sudah antisipasi dengan melakukan pencetakan surat suara bagi Desa Nanebot. Hal itu disampaikan Kaban BPMPD Kabupaten Malaka, Agustinus Nahak kepada wartawan di Betun, Minggu (18/12/2016).

Agustinus Nahak

Agustinus Nahak

“Kita masih tunggu SK Penetapan BPD Desa Nanebot sampai 20 Desember. Kita sudah antisipasi khususnya bagi desa Nanebot sudah ada pencetakan surat suara untuk pencoblosan. Kalau sampai limit waktu itu belum ada SK Penetapan BPD, maka BPMPD tidak akan mengirimkan logistik surat suara untuk pencoblosan pada 22 Desember nanti. Kita sudah mengutus petugas untuk menjemput bola terkait kelambatan penandatanganan SK Penetapan BPD. Kita harapkan semua bisa berjalan baik sesuai rencana,” terangnya.

Sementara itu, khususnya Desa Naibone di Kecamatan Sasitamean tidak bisa ikut pilkades karena di desa itu hanya ada satu orang yang lolos seleksi, sehingga tidak memenuhi persyaratan pencoblosan. Kalau Desa Bisesmus-Kecamatan Laenmanen juga tidak bisa mengikuti pilkades serentak karena hanya ada dua calon yang lolos, kemudian salah satu calonnya tidak lolos karena tidak mengikuti proses tahapan di Desa. Ketua BPD Bisesmus yang datang melaporkan hal itu dan keberatan menandatangani dokumen penetapan BPD, sehingga otomatis batal dan ditunda 2022,” tuturnya.

Baca Juga :   Lawan Politik Harusnya Dilihat Sebagai Mitra, Bukan Sebagai Musuh Politik

Ketika ditanya wartawan terkait aksi demo yang dilakukan Ketua Panitia Pilkades Desa Seserai di DPRD Malaka, dan tidak mau menindaklanjuti proses pilkades disana, Kaban Nahak mengatakan pihanya tetap memproses pilkades di Seserai karena Ketua BPD desa Seserai menandatangani dokumen penetapan calon di desa. “Kita tetap jalan karena ada dokumen penetapan BPD,” paparnya.
Hal yang sama juga di Desa Rafuli 1 Kecamatan Rinhat. Proses pilkades tetap berjalan sesuai rencana karena BPD menandatangani SK Penetapan Calon tetap, sehingga tidak bermasalah.

Yang jelasnya menurut Nahak, proses pilkades yang sudah direncanakan tetap jalan asalkan sesuai aturan. Bagi balon yang kurang puas silahkan gugat melalui PTUN, karena secara aturan memang diperbolehkan. Proses pilkades Malaka tetap jalan dan tidak bisa dibatalkan atau ditunda karena akan merugikan masyarakat banyak.

Saat ini BPMPD sementara membereskan dan packing logistik surat suara dan logistik itu akan didistribusikan di desa-desa peserta pilkades serentak pada 20-21 Desember mendatang. (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top